[list_indonesia] [ppiindia] Aburizal Bakhrie kecolongan berat.

** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **


Hy rekans,

tolong tanggapannya. By the way kalau ada info lain tolong lengkapi atau ko=
reksi. Ini hanyalah sebuah upaya untuk jangan salah arah lagi seperti 1998 =
yang lalu. Thanks.

=20

=20

050227 SBY / Aburizal kecolongan dengan Mari E Pangestu?

=20

=93Kalau UMKM diberdayakan, tentu sumbangannya untuk pertumbuhan ekonomi ma=
kin besar.=94=20

=20

Begitu kata sang Menko kita Aburizal Bakrie, Kompas 27.02.05  Ya itu memang=
 betul, dan mana dong program kerjanya,  sehingga rakyat merasa pasti bahwa=
  hal itu bukan hanya lips service kepada rakyat. Dalam kenyataannya, saat =
sekarang ini, setahu ku belum ada apa2-nya.=20

=20

Mestinya sebelum pengumuman kenaikan BBM program itu sudah di publikasikan =
kepada seluruh jajaran rakyat miskin, sehingga tidak dijadikan bulan2 an LS=
M sebagai sasaran demo bayaran yang bodoh.  Dan juga program penyaluran sub=
sidi kepada raskin itu dibuktikan dulu, dan dipublikasikan secara luas. Jan=
gin sampai seperti kasusnya Akbar Tanjung dengan dana Bulog yang lalu.

=20

Sebetulnya LSM yang merangkap sekalian sebagai provokator yang begitu sudah=
 tahu bahwa kenaikan BBM itu wajar2 saja dalam rangka kemandirian APBN yang=
 seimbang. Tetapi mereka ambil kesempatan ini untuk eksis diri. Dan sementa=
ra itu, masalah yang lebih penting dibiarkan berlalu atau tidak tahu, atau =
sekalian untuk membelokkan perhatian orang dari konsentrasi ke masalah lain=
 yang lebih gawat untuk tujuan politik tertentu.

=20

Phenomena Mari E. Pangestu.

=20

Yang ini bener2 perlu klarifikasi dan bukti. Sekarang ini sungguh mengejutk=
an adalah kebijakan menteri (pro IMF) kita Mari Elka Pangestu yang,  konon,=
 akan membebaskan export rotan asalan (rotan mentah), tentu saja  ke RRC, K=
orea, Jepang, Taiwan, sedikit ke Eropa. Dalam rangka apa bu ? WTO ?

Tempo hari sudah pernah saya ingatkan kepada salah seorang mantan pejabat t=
inggi Dep Dag dan dia sendiri juga heran atas rencana itu.=20

Dia, kawanku yang ex DepDag itu, merasa pasti begitu pintu ekspor rotan men=
tah dibuka maka seluruh industri kerajinan rotan Jatiwangi Cirebon, yang se=
bagian besar di danai perbankan, dan menyerap tenaga kerja satu juta lebih =
di sekitar Cirebon, yaitu Jatiwangi dan sekitarnya,  akan langsung gulung t=
ikar, kredit mikro perbankan dan juga kredit ekspor pembiayaan ekspor rotan=
 akan langsung macet, cet !=20

=20

Dan juga, dengan sendirinya jumlah penganggur negeri ini justru akan bertam=
bah minimal satu juta orang.

=20

Sementara itu, di negara lain, pabrik furniture di RRC, Taiwan dan Korea  l=
angsung berkembang menjadi eksportir furniture rotan terbesar di dunia. Apa=
lagi RRC mengenakan rate tukar mata uang asing secara tidak bebas, alias se=
ngaja menekan (banting harga nilai uang) rate tukar uangnya supaya dapat me=
ningkatkan dan untuk mendorong ekspornya.

=20

Untuk meningkatkan pendapatan rakyat pengumpul rotan ??

=20

Kalau M E Pangestu berdalihnya adalah untuk meningkatkan pendapatan rakyat =
pengumpul rotan di hutan Kalimantan, Sumatra dsb., berarti ia tidak mengena=
l lapangan. Salah besar !=20

Mari E Pangestu apa sudah pernah lihat kenyataan di Kalimantan ?  Saya dua =
tahun pernah tinggal ditepi Kali Kapuas yang merupakan urat nadi kehidupan =
sebagian besar rakyat KalBar.

=20

Berapapun harga rotan dunia akan meningkat, =93 orang Dalam=94 ( istilah ha=
lus / hormat untuk etnis Dayak) tidak akan menikmati hasil kenaikan harga r=
otan itu.  Mereka berdagang secara barter. Yang menikmati hanya para tengku=
lak dan eksportir itu dan tentu saja antek2 dan perwakilan serta mata2 nya =
yang berseliweran di kantor Depdag sini..

=20

Cara dagang barternya.=20

=20

Jadi selang beberapa hari, atau 3 a 4 hari sekali, berjalanlah rangkaian ka=
pal sungai, biasanya dua kapal yang saling di kaitkan bergandengan menjadi =
satu, fungsinya sebagai kapal dagang. Dari Pontianak menuju ke hulu sungai,=
 membawa dagangan kain kasar, tembakau, garam, ikan asin, rokok, minuman ke=
ras; dan konon dulunya sejak puluhan tahun yang lalu juga kapal seperti ini=
 membawa candu, alat madat yang disukai rakyat setempat untuk =93menikmati=
=94 hidupnya.=20

=20

Sekembalinya ke hilir kapal seperti ini membawa hasil hutan termasuk rotan,=
 kayu gaharu, tengkawang (bahan dasar kosmetik untuk diekspor ke Perancis) =
dll. Kadang juga duren kalau lagi musim untuk konsumsi Pontianak. Bayangin =
saja satu sampan duren (+ 50 a 60  buah duren) cukup ditukar dengan sepasan=
g pakaian seragam sukarelawan yang berwarna hijau ABRI.=20

=20

Di sepanjang tepian (pantai) sungai, selang dua tiga jam sekali kapal berla=
yar (tanpa layar, tapi pakai motor) lalu akan berhenti mengambil barang dag=
angan rotan di lapangan yang agak luas terdapat tumpukan2 rotan mentah yang=
 belum dihaluskan. Hanya sudah dibersihkan dari dahan dan ranting kecil ser=
ta daunnya. Begitulah cara "orang Dalam" menawarkan dagangannya.

=20

Tidak ada seorangpun pemiliknya yang kelihatan menungguinya. Mereka konon b=
ersembunyi, =93malu=94 ketemu orang luar, lalu Juragan (pemilik) kapal itu =
mendaratkan kapalnya, turun melihat dan memeriksa tumpukan rotan. Lalu dia =
langsung mengerahkan anak buahnya dari atas kapal untuk mengangkut rotan it=
u ke atas kapal.=20

Segera setelah itu lalu juragan menurunkan dari kapal, barang2 barternya be=
rupa  kain kasar,  tembakau, garam,  ikan asin,  dsb., seluruhnya setara de=
ngan nilai yang diberikan oleh sang Juragan secara sepihak (semaunya sendir=
i) atas rotan yang diambilnya.=20

Tentu saja sang =93orang Dalam=94 , yang waktu itu bersembunyi di balik pep=
ohonan, tidak ada  kesempatan tawar menawar,  dan mereka, dengan tingkat da=
n gaya kehidupannya,  tidak memerlukan macem lainnya itu. Dan kalau mereka =
tidak berkenan dengan barang yang di drop, maka dia biarkan saja dan tidak =
mau mengambil. Nanti kalau juragan itu lewat lagi, barang yang tidak diambi=
l tersebut dengan barang lainnya yang dia sudah ambil sebelumnya.

=20

Yang diuntungkan adalah warga asing.

=20

Keadaan itu masih saya jumpai di era 1965-an saat operasi =93Ganyang Malays=
ia=94 di jaman Soekarno. Konon sekarang =93rakyat Dalam=94 sudah tidak terl=
alu malu2 lagi seperti itu. Dan generasi berikutnya dari sang juragan sudah=
 mendirikan rumah tinggal (sebagai terminal) di tepi sungai untuk menerima =
seserahan rotan dari =93orang Dalam=94 untuk kemudian akan di beli oleh Jur=
agan kapal, yang secara berkala datang dengan kapalnya.=20

=20

"Orang Dalam" ini tentu saja tidak tahu nilai rupiahnya berapa, bahkan sama=
 sekali akan tidak tahu nilai tukarnya dengan USA dollar misalnya. Dia mera=
sa cukup dengan apa yang diberikan juragan kapal. Kalau dia mau lebih banya=
k lagi, karena misalnya ada tamu atau mau pesta tradisi mereka, ya lalu dia=
 letakkan lagi rotan yang baru mereka babat dari hutan yang telah ratusan t=
ahun umurnya. Mereka tidak tahu harga turun atau naik, apalagi harga dalam =
valuta asing dan berapa nilai tukar rupiahnya.

=20

Rangkaian kapal dagang di atas air ini, di Kal Bar lazim disebut sebagai =
=93bandung=94 (tidak ada hubungannya dengan nama ibu kota JaBar.) Kalau bel=
um pernah lihat, baik model ataupun arsitektur kapalnya, persis dengan rang=
kaian serupa (sampai sekarang ) yang sering terlihat di sungai Yang Tse Kia=
ng di RRC, baik foto atau lukisan.

=20

Saya juga pernah menikmatinya, numpang naik =93bandung=94 ini selama empat =
hari / malam tanpa mereka mau menerima bayaran,  barangkali karena tahu sia=
pa saya waktu itu, bersama mereka dengan makan minum di tanggung gratis. Me=
mang airnya bukan air kemasan seperti sekarang, tapi segar, cukup  diciduk =
dengan timba dan tali dari air sungai yang tadi pagi juga kami pakai untuk =
mandi dan berbagai hajat lainya dll., bersama seisi kapal. Hehehe=85.

Jadi siapa yang akan menikmati kenaikan harga ekspor ? Ya para tengkulak it=
u. Komunitas etnis ini pula yang menghasilkan Eddi Tanzil yang "berjaya" sa=
mpai sekarang.

=20

=20

Jadi, Ibu Mari E Pangestu, berapapun harga beli akan dinaikkan, kenaikan ha=
rga itu tidak menjadikan rakyat Dayak menjadi tambah makmur, kecuali para t=
engkulaknya yang ngepos di bantaran sungai dan juragan kapal yang lalu lala=
ng sepanjang hampir sebulan sekali.

Yang mereka ini setiap kali sudah berduit lumayan pulang ziarah ke tempat l=
eluhurnya sebagai wisatawan kaya di sana.  Dan mereka itu semua, hampir sem=
uanya berkewarganegaraan asing, minimal dwi kewarga negaraan, dan masih ter=
ikat dengan ikatan kekeluargaan mereka di negeri leluhurnya ! Ini bukan ras=
ialis ya, tetapi kenyataan.=20

=20

=20

=20

Mari keblinger ?

=20

Menaikkan ekspor rotan mentah sangat merugikan bangsa. Itu hanya sebuah kes=
erakahan para eksportir dan tengkulak. Saran saya untuk Mari E Pangestu, ti=
dak ada gunanya menaikkan ekspor dari rotan mentah, malahan RUGI !=20

=20

Lebih baik naikkan harga dasar di daerah sumber rotannya, seperti gaya Bulo=
g misalnya, yang tentu juga tidak akan mematikan  pendapatan para tengkulak=
 asing itu, dan seluruh Jatiwangi hidup kembali, memberikan nilai tambah (v=
alue added) pada barang ekspor barang Indonesia yang sudah tidak mentah lag=
i.

.

Prinsip tak kan mengekspor barang mentah sebelum di urapi dengan nilai tamb=
ah (value added ) sepertinya sudah lama jadi prinsip para tokoh ekonomi Ind=
onesia selama ini ( sejak 1983 an).

=20

Lho koq malahan Mari Pangestu jadi limbung. Tekanan lingkungan ? Tidak meny=
adari ?? Atau demi teori ekonomi pasar bebas IMF, WTO dan ajaran waktu kuli=
ah bahwa prinsip ekonomi terbaik dunia adalah perdagangan bebas ? Akhirnya =
kita yang jadi korban pergaulan bebas.  Kalau Dr Pang Lay Kim, bapaknya,  m=
asih hidup pasti dia di marah2in.

=20

Saya juga setuju bahwa prinsip perdagangan bebas itu bagus, sepanjang semua=
 negara sudah setara kemajuan tehnologi masing2. Bagi negara produsen yang =
sudah maju, ini adalah cara mematikan produsen lain dunia dan menjadikannya=
 sapi perahan baik sebagai pasar ekspor mereka ataupun sumber bahan mentah =
bagi industri mereka.Apalagi bila menterinya yang dari negara berkembang te=
rsebut bisa dikibulin.

=20

Sekaligus juga untuk mematikun industri baru yang baru tumbuh kemudian hari=
, di negara berkembang. Dengan demikianlah akan abadilah dominasi ekonomi n=
egara yang telah lebih dulu maju. Apakah ini keinginan dan konsep anda Mari=
 E Pangestu ? Apakah SBY setuju juga ?

=20

Tidak rasialis.

=20

Tulisan saya ini jangan dituduh rasialis. Justru saya berharap pejabat kita=
 ini jangan sampai dituduh rasialis. Maka saya sedikit ungkap contoh perbua=
tan yang berbau rasialis yang disadari atau tidak, berpotensi besar  akan m=
enjatuhkan nama baik diri sendiri apabila tidak diwaspadai kemungkinan2 ada=
nya kesan kebijakan yang rasialis.=20

=20

DPR coba tolong interpelasi donk..!

=20

DPR gimana dong koq adem ayem saja ? Soal sampah Bojong saja mau interpelas=
i, kecelakaan lalin interperlasi, selembar surat yang sudah batal demi huku=
m mau diinterpelasi, sementara soal besar gini, soal penghamburan sumber da=
ya alam nasional yang bernilai trilyun dan sangat mempengaruhi hari depan b=
angsa,  malahan sampeyan pada adem ayem. Yang soal komprehensip kayak gini,=
 juga soal illegal logging  yang melibatkan aparat,  mestinya itu yang di i=
nterpelasi.=20

Juga soal bagi hasil kontrak kerja penambangan,  pengolahan pengusahaan hut=
an, itu semua adalah berpotensi dikorupsi, dan itu yang mestinya dikejar, w=
alaupun tidak mengarah ke penggantian Presiden sekalipun..=20=20

=20

Hak interpelasi perlu digunakan, bukan melepaskan dendam ria saja sekedar b=
ernafsu untuk menjatuhkan pemerintahan yang sekarang, demi bergantian berku=
asa dan nanti setelah jadi eksekutip  bergantian ber-aji-mumpung a la banya=
k para pejabat pemerintahan yang sebelum2 nya.=20

Ulah yang begini tidak disukai rakyat. Dan tunggulah 2009, di situ keputusa=
n rakyat. Rakyat menunggu peran DPR yang santun tapi efektip memikirkn kepe=
ntingan rakyat.

=20

Jadi sebagai rakyat, tolong Ibu Mari Pangestu, jawab pertanyaanku ini, Mari=
 E Pangestu ini berjuang untuk rakyat Indonesia atau untuk  memajukan indus=
tri dan ekspor negara lain,  yang mana ? Sorry.

=20

RW.



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around=20
http://mail.yahoo.com=20

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources=20
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20



** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **

Other related posts: