[kepalabatu] FYI---->[gm05] FW: Hati-hati....
- From: Prawoto Ikhwan Syuhada <Praw@xxxxxxxxxxxx>
- To: Milist KEPALABATU <kepalabatu@xxxxxxxxxxxxx>,Milist GEOLOGI UGM <geologiugm@xxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 24 Jan 2002 11:02:00 +0700
AJANG CUAP2 ANAK GEOLOGI 95 UGM
oh yeah...
Just sharing....
dari milis sebelah....
> -----Original Message-----
>
>
> buat yang belum tahu ....
>
> From: Hikmat Riadi
>
> FYI. so be careful.....
> Hati-hati dengan penelphone yang menggunakan kata " Selamat anda
> termasuk orang yang beruntung....." , gara-gara orang seperti ini kami
> hampir kehilangan uang sebesar Rp. 10.000.000,-
> Kejadiannya berawal dari bibi saya yang terima telepon dari seseorang
> yang mengaku dari PT. Telkom yang mengatakan bahwa " Selamat anda
> termasuk orang yang beruntung.... anda mendapat sebuah sepeda
> motor....untuk mengambilnya silahkan ibu datang ke PT Telkom ". Entah
> orang itu ngomong apa lagi,kemudian bibi saya yang kebetulan tinggal
> sendirian di rumah krn anaknya pada kerja berkata :
> "Entar aja sama anak saya " .
> "Anak ibu dimana ?" tanya penelphone tsb.
> "Sedang bekerja " jawab bibi saya.
> "Bekerja dimana ? ada nomor teleponnya ? " tanya orang itu lagi.
> "Nama nya Santi ( bukan sebenarnya) ,di perusahaan A dan ini nomor
> teleponnya ............" jawab ibu itu.
> Kemudian penelphone itu menelpon ke kantor Santi yang intinya selain
> mengabari bahwa dia dapat motor juga menanyakan " Ada nggak saudara nya
> yang tinggal di luar kota ? , Namanya siapa ? " . Kebetulan krn si Santi
> yang tidak merasa curiga menjawa " Ada .... Kakak saya.... Namanya Yanto
> ( bukan nama sebenarnya).... Tinggal nya di Palembang ".
> Selang beberapa lama kemudian ada lagi yang menelphone kerumah bibi
> saya lagi ( entah orang itu lagi atau orang lain) yang mengaku bahwa dia
> adalah teman lamanya si Yanto dan menanyakan kabar si Yanto, bekerja
> dimana terus menanyakan telepon kantornya dan HP nya. Karena merasa
> nggak curiga bibi saya menjawab apa adanya " Oh sekarang si Yanto
> ditugasin di Palembang.....nomor teleponnya ibu nggak tahu, krn dia baru
> pindah dari kesatuannya, ada juga nomor HP nya ... ini nomor Hpnya
> .......".
> Mungkin krn sudah merasa mendapat informasi yang cukup dari saudara
> saya, pada tanggal 10 Januari 2002, Penelphone memulai lagi aksinya,
> yang kali ini membuat panik kami sekeluarga. Penelphone tsb mengaku dari
> Kepolisian Palembang yang mengabari bahwa anak ibu yang bernama Yanto
> mengalami kecelakaan dan kini sedang di rawat di rumah sakit Palembang
> dan sekarang dalam kondisi coma, krn kepalanya pecah dan kakinya itu
> patah.
> Kemudian nggak lama dari yang mengaku Polisi tsb, ada telepon lagi yang
> mengaku dr. Budiman dan dr. Sugito dari Rumah Sakit Palembang. Dokter
> itu mengatakan " Bahwa anak ibu yang bernama Yanto kini dalam kondisi
> sekarat krn Kepalanya pecah dan kakinya patah dan sekarang butuh "Pen"
> sekarang juga, krn persediaan dirumah sakit ini tidak ada dan kalau
> nggak datang juga pen tsb dalam 1 jam, kemungkinan nyawa anak ibu tidak
> tertolong lagi.....sedangkan istrinya tidak luka parah ttp sampai
> sekarang belum sadarkan diri".
> "Saya sedang usahakan pen tsb dari Kimia Farma diJakarta....dan katanya
> pen tsb ada dan kalau dananya ada akan segera dikirim dengan pesawat jam
> ini juga..... ibu tinggal transfer uang sebesar Rp. 10.000.000,- ke BCA
> an Moh. Abd. Rahman, rekening : 5790101547......paling lambat 30 menit,
> Jadi tolong konfirmasikan kalau sudah mentransfer uang tsb ke nomor HP
> saya, yakni dr. Budiman (08129587127) dan dr.Sugito (08161475819) ".
> Kontan mendegar hal tsb saudara saya panik dan kita semua dibuat cemas
> oleh penelpon tsb. Kita coba menelpon ke Hpnya Yanto ternyata sedang
> mati, mau telepon ke kesatuannya yang baru...belum tahu nomor
> teleponnya. Dana segitu besar dan harus ditransfer dalam waktu 1 jam
> rasanya sangat susah. Kita coba menelpon ke HP dokter tsb agar pihak
> rumah sakit untuk sementara mengganti dulu dananya dan pasti kita akan
> menggantinya. Tetapi dokter tsb tidak bisa.
> Akhirnya kita coba telepon ke kesatuaanya yang lama untuk mendapatkan
> nomor telepon ke kesatuannya yang baru. Akhirnya dapat juga nomor
> teleponnya.
> Ketika menelpon kesana, kebetulan yang mengangkat ada penjaga. "Pak
> saya keluarga Letnan Yanto di Jakarta, mau mengabarin bahwa Letnan Yanto
> mengalami kecelakaan dan sekarang sedang sekarat dirumah sakit....."
> kami memberi informasi ke penjaga.
> "Ah... Letnan Yanto ada kok disini, beliau sedang rapat tuh, istrinya
> juga kebetulan ada disini...." Kata penjaga itu keheranan.
> "Kalau begitu bisa ngomong dengan istrinya, Pak ? "
> "Oh...bisa ....tunggu yah dipanggil dulu..."
> Akhirnya kami berbicara dengan istrinya
> "Mbak..... katanya mbak Tuti ( bukan sebenarnya) dan mas Yanto
> kecelakaan kok ternyata tidak apa-apa .... Kita dari tadi telepon ke HP,
> kok nggak diaktifkan".
> "Ah aku dan mas Yanto baik-baik saja kok,.... Terus mengenai HP memang
> sengaja mbak matikan krn katanya ada orang yang telepon ke HP mbak,
> katanya HP mbak disuruh matikan dulu, krn nomor Hpnya sama dengan nomor
> HP orang tsb "
> Setelah mendengar hal tsb kami baru mengerti bahwa dikerjaain
> mentah-mentah, ttp untungnya uang belum sempat kami transfer. Dan ketika
> penelpon itu menelpon lagi menanyakan uang yang akan ditransfer, kami
> bilang tidak akan mentransfer, sipenelpon dengan enaknya ngomong "Oh...
> kalau begitu salah telepon......."
> Untuk itulah melalui email ini saya ceritakan pengalaman yang baru saya
> alami dan mungkin ada gunanya ............
>
>
>
> Guru Mughni 5, suka duka gwe disini ..
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service
> <http://docs.yahoo.com/info/terms/>.
Other related posts:
- » [kepalabatu] FYI---->[gm05] FW: Hati-hati....