[kepalabatu] FYI---->[gm05] FW: Hati-hati....

AJANG CUAP2 ANAK GEOLOGI 95 UGM
oh yeah... 
Just sharing....
dari milis sebelah....

> -----Original Message-----
>  
> 
> buat yang belum tahu .... 
> 
> From: Hikmat Riadi 
> 
> FYI. so be careful..... 
> Hati-hati dengan penelphone yang menggunakan kata " Selamat anda 
> termasuk orang yang beruntung....." , gara-gara orang seperti ini kami 
> hampir kehilangan uang sebesar Rp. 10.000.000,- 
> Kejadiannya berawal dari bibi saya yang terima telepon dari seseorang 
> yang mengaku dari PT. Telkom yang mengatakan bahwa " Selamat anda 
> termasuk orang yang beruntung.... anda mendapat sebuah sepeda 
> motor....untuk mengambilnya silahkan ibu datang ke PT Telkom ". Entah 
> orang itu ngomong apa lagi,kemudian bibi saya yang kebetulan tinggal 
> sendirian di rumah krn anaknya pada kerja berkata : 
> "Entar aja sama anak saya " . 
> "Anak ibu dimana ?" tanya penelphone tsb. 
> "Sedang bekerja " jawab bibi saya. 
> "Bekerja dimana ? ada nomor teleponnya ? " tanya orang itu lagi. 
> "Nama nya Santi ( bukan sebenarnya) ,di perusahaan A dan ini nomor 
> teleponnya ............" jawab ibu itu. 
> Kemudian penelphone itu menelpon ke kantor Santi yang intinya selain 
> mengabari bahwa dia dapat motor juga menanyakan " Ada nggak saudara nya 
> yang tinggal di luar kota ? , Namanya siapa ? " . Kebetulan krn si Santi 
> yang tidak merasa curiga menjawa " Ada .... Kakak saya.... Namanya Yanto 
> ( bukan nama sebenarnya).... Tinggal nya di Palembang ". 
> Selang beberapa lama kemudian ada lagi yang menelphone kerumah bibi 
> saya lagi ( entah orang itu lagi atau orang lain) yang mengaku bahwa dia 
> adalah teman lamanya si Yanto dan menanyakan kabar si Yanto, bekerja 
> dimana terus menanyakan telepon kantornya dan HP nya. Karena merasa 
> nggak curiga bibi saya menjawab apa adanya " Oh sekarang si Yanto 
> ditugasin di Palembang.....nomor teleponnya ibu nggak tahu, krn dia baru 
> pindah dari kesatuannya, ada juga nomor HP nya ... ini nomor Hpnya 
>  .......". 
> Mungkin krn sudah merasa mendapat informasi yang cukup dari saudara 
> saya, pada tanggal 10 Januari 2002, Penelphone memulai lagi aksinya, 
> yang kali ini membuat panik kami sekeluarga. Penelphone tsb mengaku dari 
> Kepolisian Palembang yang mengabari bahwa anak ibu yang bernama Yanto 
> mengalami kecelakaan dan kini sedang di rawat di rumah sakit Palembang 
> dan sekarang dalam kondisi coma, krn kepalanya pecah dan kakinya itu 
> patah. 
> Kemudian nggak lama dari yang mengaku Polisi tsb, ada telepon lagi yang 
> mengaku dr. Budiman dan dr. Sugito dari Rumah Sakit Palembang. Dokter 
> itu mengatakan " Bahwa anak ibu yang bernama Yanto kini dalam kondisi 
> sekarat krn Kepalanya pecah dan kakinya patah dan sekarang butuh "Pen" 
> sekarang juga, krn persediaan dirumah sakit ini tidak ada dan kalau 
> nggak datang juga pen tsb dalam 1 jam, kemungkinan nyawa anak ibu tidak 
> tertolong lagi.....sedangkan istrinya tidak luka parah ttp sampai 
> sekarang belum sadarkan diri". 
> "Saya sedang usahakan pen tsb dari Kimia Farma diJakarta....dan katanya 
> pen tsb ada dan kalau dananya ada akan segera dikirim dengan pesawat jam 
> ini juga..... ibu tinggal transfer uang sebesar Rp. 10.000.000,- ke BCA 
> an Moh. Abd. Rahman, rekening : 5790101547......paling lambat 30 menit, 
> Jadi tolong konfirmasikan kalau sudah mentransfer uang tsb ke nomor HP 
> saya, yakni dr. Budiman (08129587127) dan dr.Sugito (08161475819) ". 
> Kontan mendegar hal tsb saudara saya panik dan kita semua dibuat cemas 
> oleh penelpon tsb. Kita coba menelpon ke Hpnya Yanto ternyata sedang 
> mati, mau telepon ke kesatuannya yang baru...belum tahu nomor 
> teleponnya. Dana segitu besar dan harus ditransfer dalam waktu 1 jam 
> rasanya sangat susah. Kita coba menelpon ke HP dokter tsb agar pihak 
> rumah sakit untuk sementara mengganti dulu dananya dan pasti kita akan 
> menggantinya. Tetapi dokter tsb tidak bisa. 
> Akhirnya kita coba telepon ke kesatuaanya yang lama untuk mendapatkan 
> nomor telepon ke kesatuannya yang baru. Akhirnya dapat juga nomor 
> teleponnya. 
> Ketika menelpon kesana, kebetulan yang mengangkat ada penjaga. "Pak 
> saya keluarga Letnan Yanto di Jakarta, mau mengabarin bahwa Letnan Yanto 
> mengalami kecelakaan dan sekarang sedang sekarat dirumah sakit....." 
> kami memberi informasi ke penjaga. 
> "Ah... Letnan Yanto ada kok disini, beliau sedang rapat tuh, istrinya 
> juga kebetulan ada disini...." Kata penjaga itu keheranan. 
> "Kalau begitu bisa ngomong dengan istrinya, Pak ? " 
> "Oh...bisa ....tunggu yah dipanggil dulu..." 
> Akhirnya kami berbicara dengan istrinya 
> "Mbak..... katanya mbak Tuti ( bukan sebenarnya) dan mas Yanto 
> kecelakaan kok ternyata tidak apa-apa .... Kita dari tadi telepon ke HP, 
> kok nggak diaktifkan". 
> "Ah aku dan mas Yanto baik-baik saja kok,.... Terus mengenai HP memang 
> sengaja mbak matikan krn katanya ada orang yang telepon ke HP mbak, 
> katanya HP mbak disuruh matikan dulu, krn nomor Hpnya sama dengan nomor 
> HP orang tsb " 
> Setelah mendengar hal tsb kami baru mengerti bahwa dikerjaain 
> mentah-mentah, ttp untungnya uang belum sempat kami transfer. Dan ketika 
> penelpon itu menelpon lagi menanyakan uang yang akan ditransfer, kami 
> bilang tidak akan mentransfer, sipenelpon dengan enaknya ngomong "Oh... 
> kalau begitu salah telepon......." 
> Untuk itulah melalui email ini saya ceritakan pengalaman yang baru saya 
> alami dan mungkin ada gunanya ............ 
> 
> 
> 
> Guru Mughni 5, suka duka gwe disini .. 
> 
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service
> <http://docs.yahoo.com/info/terms/>. 

Other related posts: