[apapun] Berita militer...Rudal Mistral tiba di Indonesia

Berita Foto : Mistral Tiba Astros Persiapan Akhir
<http://indo-defense.blogspot.com/2012/10/berita-foto-mistral-tiba-astro
s.html>  

Kamis, Oktober 04, 2012  

 

JAKARTA-(IDB) <http://indo-defense.blogspot.com/>  : Berbagai Alutsista
kembali berdatangan untuk memeriahkan peringatan HUT TNI ke 67 di
Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta. Setelah peluncur roket multi
laras ASTROS, rudal pertahanan udara Mistral juga telah tiba. Rudal
Mistral ini dikombinasikan dengan Rantis 4X4 buatan Pindad yang biasa
disebut Komodo. 

 

Namun demikian, belum ada nama resmi alutsista baru ini. Untuk
sementara, kami menyebutnya Mistral Komodo. Mistral Komodo ini sendiri
sebenarnya tiba di Bandara Halim pada rabu malam kemarin, langsung dari
pabrik PT.Pindad di Bandung Jawa Barat. Rencananya, TNI AD memesan
sebanyak 56 Unit Mistral Komodo.

 

 

 

 

 

Setelah mengalami keterlambatan, alutsista peluncur roket multi laras
(MLRS) terbaru milik TNI-AD, ASTROS akhirnya tiba di tanah air. Peluncur
roket buatan Brazil ini tiba semalam dan langsung dibawa menuju kawasan
Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta. Rencananya ASTROS akan tampil
dalam HUT TNI ke 67 serta Pameran Alutsista di Monas tanggal 6-8 Oktober
nanti

 

 

 



 

Sementara itu, MLRS ASTROS juga pada rabu siang ini tengah dipersiapkan.
Sejumlah teknisi tampak sibuk menyingkap selubung yang menutupi roket.
Dan sungguh sangar penampakan 4 buah roket ASTROS ini. Di masa
mendatang, TNI AD akan membeli 2 Batalyon MLRS asal Brasil ini.

 

 

 

 

 



 

 

 

 

KSAD bicara Alutsista TNI
<http://garudamiliter.blogspot.com/2012/10/ksad-bicara-alutsista-tni.htm
l>  

 KSAD Akui Alutsista RI Tertinggal dari Negara Tetangga


KSAD ingin alutsista TNI sekelas negara tetangga.

 
<http://2.bp.blogspot.com/-7_r69s-sVoQ/UFQgsWonYHI/AAAAAAAAAHU/4m0_p51TL
U4/s1600/Leopard_MBT_Revolution_main_battle_tank_Rheinmetall_Defence_Ger
man_Germany_Defense_Industry_military_technology_001.jpg> 

MBT Leopard Revolution

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo
mengatakan, TNI AD masih terus menambah alat utama sistem senjata
(alutsista). Dalam pengadaannya, TNI secara keseluruhan harus melihat
peta kawasan ASEAN.

Maksudnya, Indonesia juga harus mengikuti perkembangan alutsista yang
dimiliki negara tetangga di kawasan ASEAN. "Ada satu yang buat saya
miris. Kita tidak pernah bisa latihan bersama dengan negara tetangga
dengan skala yang besar, maksudnya dengan Batalyon yang besar. Paling
cuma latihan kecil-kecilan," kata Pramono dalam jumpa pers di Markas
Besar TNI AD, Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012.

Pramono mengatakan, sampai saat ini alutsista Indonesia masih tertinggal
dengan negara tetangga. "Negara tetangga sudah punya tank kelas berat,
Indonesia masih kelas ringan. Kita tertinggal," kata dia.

Untuk itu, salah satu tank kelas berat yang akan didatangkan TNI AD
adalah tank Leopard. "Harusnya itu datang 5 Oktober 2012. Tapi diundur,"
katanya. "Itu sebabnya, kenapa saya inginkan tank Leopard buatan Jerman
itu."

Tank Leopard yang dipesan Indonesia itu juga dipastikan berbeda dengan
pesanan negara lain. Perbedaan itu disesuaikan dengan kondisi Indonesia.
"Kalau di Eropa tidak perlu pakai pendingin, kita pesannya sekalian
dengan AC. Biar tidak kepanasan," kata dia.

Pramono ingin alutsista Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara
tetangga, baik dari segi kualitas maupun kapasitas. "Sehingga kita
sekelas. Kita jangan terjebak perang gerilya. Karena itu, harus melihat
negara tetangga yang ada di kawasan," ujarnya.

Namun demikian, alutsista yang dibeli jangan hanya dipakai saja, tapi
juga dikembangkan. Oleh karena itu, Indonesia selalu minta ahli
teknologi dari negara produsen alustsista juga mengajari ahli-ahli
Indonesia. "Harus ada transfer of technology," katanya.(umi)

KSAD: Pakai Senjata Pindad, Kami Bisa Juara


TNI lebih memilih SS2 Pindad daripada M16 buatan luar negeri.

 
<http://2.bp.blogspot.com/-O9LjtF9IijQ/UG05_OAJNzI/AAAAAAAAAU0/nAuNh5dBB
oI/s1600/SS2+V4.jpg> 

Peralatan perang buatan Indonesia dinilai tidak kalah hebatnya dibanding
produksi negara lain. Tentara Nassional Indonesia (TNI) akan
memaksimalkan produk dalam negeri ini untuk persenjataannya.

Demikian disampaikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal
Pramono Edhie Wibowo di Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012. "Peralatan
produksi dalam negeri juga tak kalah mumpuni," kata Pramono. 

Dalam sejarahnya, dia menambahkan, Indonesia mengembangkan peralatan
militer karena mendapat embargo. Kondisi itu yang membuat Indonesia
berinisiatif mencari jalan ke luarnya. "Akhirnya kami berusaha
mengembangkan senjata produksi dalam negeri," ujar Pramono.

Akhirnya, ujar dia, senjata  buatan PT Pindad dikembangkan dan
disesuaikan dengan teknologi mutakhir. "Penyempurnaan secara bertahap
terus dilakukan, disesuaikan juga dengan kondisi di lapangan. Andai kami
mau mengoreksi diri, kami bisa melakukannya," tutur adik Ani Yudhoyono
ini.

Menurut dia, hasil usaha itu memang membanggakan. Dalam sejumlah lomba,
beberapa kali TNI menyabet gelar juara dengan menggunakan senjata Pindad
itu. Sehingga, kata Pramono, TNI sudah tidak ragu lagi menggunakan
produk dalam negeri itu. 

Dulu, kata Pramono, TNI masih mempertimbangkan untuk menggunakan sejata
lama M16 atau senjata buatan Pindad. Namun, saat berlomba menggunakan
senjata buatan Pindad, TNI berhasil memperoleh tropi juara.

"Waktu lomba menembak antar ASEAN, kami juara pertama kali setelah
menggunakan senjata-senjata Pindad," kata dia. "Sejak itu kami tidak ada
pilihan, selain senjata ringan dari Pindad. SS2-V1 sampai V6," Pramono
menambahkan.

 KSAD Pernah Nyaris Ditipu Broker

 

 <http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/KSAD-TNI.jpg> 

KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo

Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie
Wibowo mengatakan, pihaknya menentang segala bentuk tindak pidana
korupsi di satuan yang dipimpinnya.

"Kami tidak ada toleransi terhadap korupsi di satuan dan pangkat apapun.
Kami tindak tegas," ujar Pramono Edhie, saat dialog bersama wartawan di
Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2012).

Pramono menjelaskan, pihaknya kadang merasa dibohongi oleh pihak ketiga,
dalam hal ini mitra kerja atau broker yang menjembatani pembelian alat
utama sistem persenjataan (alutsista).

Bahkan, Pramono sempat hampir dibohongi, ketika ingin membeli
perlengkapan alat bidik Trijicon untuk senapan serbu varian 1 (SS1)
buatan Pindad.

"Senapan SS1 buatan Pindad. Saya tanya ke seseorang harga satu alat
bidik Rp 30 juta, menurut saya tidak masuk akal," ucap Pramono.

Lantas, Pramono meminta stafnya mengecek melalui internet. Ternyata,
harganya hanya Rp 19 juta. Karena ingin mendapat kepastian langsung,
Pramono pun mengirim perwiranya untuk mengecek langsung ke Amerika
Serikat (AS).

"Saya dapat laporan, ternyata harganya hanya Rp 9 juta," ungkap Pramono.

Meski begitu, Pramono menilai peran mitra kerja dengan broker tetap
penting dipertahankan, asalkan tidak ada mark up dalam penawaran harga
alutsista yang menjadi target pembelian.

"Boleh kalau sesuai harganya. Kalau masih bisa diproduksi di dalam
negeri ya dalam negeri. Tapi, harga jangan ketinggian kalau kita pakai
rekanan," harap Pramono.(*)

 Soal Mahalnya Alutsista, KSAD: Wanita Cantik Saja Mahal

 

 <http://arc.web.id/images/stories/astros22%20copy.jpg> 

Astros MLRS TNI AD (ARC)

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo
menyebutkan alat utama sistem senjata (alutsista) sudah sewajarnya
berharga mahal. Dia mengibaratkan mahalnya alutsista itu seperti wanita
cantik yang mempunyai biaya perawatan, yang tidak sedikit. 

"Wanita cantik saja mahal. Pria cakep juga mahal. Ada rupa ada harga.
Pasti ada biaya perawatan dan segala macam. Begitu juga dengan
alutsista," ujar Pramono di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat,
Kamis (4/10/2012).

Pramono juga menyebutkan, saat ini kondisi alutsita dalam keadaan yang
memprihatinkan karena berusia tua. Oleh karena itu pihaknya berusaha
untuk melakukan peremejaan dan perawatan.

"Ada yang kelahiran 1952, 1960-an itu lebih tua daripada
prajurit-prajurit kita yang paling baru. Makanya saya kadang pesan
kepada prajurit saya 'mbahnya tolong dirawat' supaya bisa beroperasi,"
ujar Pramono sambil tertawa.

Menurutnya saat ini TNI sudah melakukan beberapa peremajaan alutsista
TNI. Beberapa didatangkan dari luar negeri dan beberapa buatan dalam
negeri.

"Bagi saya senjata selama masih bisa dibuat di Pindad harus ambil di
Pindad. Kalau senjata berat memang mungkin belum bisa, jadi kita harus
membeli dari luar," terangnya.

 Roket Rusak, 3.000 Peluru TNI AD Sempat "Nganggur"

 

 
<http://4.bp.blogspot.com/--b_vsJ0ZX_4/UG1EWpd1NgI/AAAAAAAAAVM/EbA-ezvj1
bo/s1600/bu.jpg> 

RL 130 mm TNI AD

Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi penting.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Pramono Edhie
Wibowo, mengungkapkan beberapa alasan pentingnya alutsista.

Salah satu alasan Pramono adalah soal ketertinggalan dengan negara lain.
"Kita tertinggal dengan negara tetangga. Ada satu yang buat saya miris,
negara tetangga sudah punya tank kelas berat, kita masih kelas ringan,"
kata Pramono di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012.

Selain sudah tertinggal dengan negara lain, Pramono mengungkapkan,
banyak juga alutsista yang dimiliki sudah uzur. Bahkan, ada salah satu
meriam buatan tahun 1952 yang masih digunakan prajurit.

"Prajuritnya itu sudah pensiun, alatnya itu masih kami pakai," kata
Pramono sambil berkelakar yang mengundang gelak tawa yang lain.

Contoh lainnya kenapa alutsista itu mesti diperbaharui dan digantikan
adalah Roket RL 130 mm yang dimiliki TNI AD. "Roketnya sudah mati, tapi
pelurunya masih ada 3.000," kata adik bungsu Ibu Negara Ani Yudhoyono
ini.

Namun, bukan berarti ketertinggalan itu didiamkan begitu saja. Pramono
meminta anak buahnya untuk mengutak-atik roket itu. Hingga akhirnya bisa
menyala dan 3.000 peluru itu tidak terbuang sia-sia.

"Artinya, anak-anak kami, jika didorong bisa menghasilkan. Insya Allah
Roket jenis ini juga akan kami ganti," ujar Pramono. "Jadi, apa salah
jika alutsista yang ada diganti yang lebih baru, lebih modern?"

Kendati begitu, Pramono mengakui TNI AD mendapat alokasi anggaran paling
sedikit dari anggaran militer TNI tahun 2012. Berapa? Yakni sebesar Rp
14 triliun. Sementara itu, TNI AL Rp 22 triliun dan TNI AU Rp 20
triliun.

"Tapi, kami tidak boleh iri. Anggaran sedikit semaksimalkan mungkin
untuk membeli alutsista yang baik," ujar Pramono.(art) 

 Kalau Indonesia Diserang Saat Ini, Siapkah TNI? Ini Jawaban KSAD 

 

 <http://i.okezone.com/tv/photos/2012/10/03/7274/44855_medium.jpg> 

Pasukan Kostrad TNI AD (Okezone)

Pada era 1960-an, militer Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di
dunia. Padahal, saat itu baru 10 tahun Indonesia merdeka di bawah
kepemimpinan Presiden Soekarno.

Saking kuatnya, Indonesia saat itu dijuluki Macan Asia. Seiring
perkembangan waktu, kemampuan militer Indonesia berbalik. Apalagi
setelah diembargo, banyak peralatan militer Indonesia tidak bisa
digunakan dan usang.

Militer Indonesia kini dipandang sebelah mata. Indonesia tidak lagi
ditakuti seperti dulu. Pertanyaannya, jika Indonesia diserang negara
lain, mampukah Indonesia menang?

"Dengan kondisi seperti ini lama tidak lama tergantung rakyat. Mau
panjang apa pendek. Seperti di Irak berapa lama? Kalau rakyat dan
tentara bersatu mereka kuat. Di Vietnam, mereka kuat," kata Kepala Staf
TNi Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo di Markas Besar
Angkatan Darat Jakarta, Kamis (4/10).

Menurut Pramono, Indonesia saat ini sudah kuat militernya. Apalagi,
Indonesia pernah punya pengalaman mengalahkan penjajah. "Otak ada
pemikiran dan hati ada semangat yang tidak pernah mati jadi alat bisa
kalah tetapi semangat tidak bisa dikalahkan. Bisa bertahan silakan
datang coba, Indonesia kuat karena merebut kemerdekaan," ujar Pramono.

"Siapapun datang silakan, kita bisa bertahan selamanya (perang). Intinya
kita harus waspada, ada kawan ada lawan," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, TNI terus memperbarui persenjataannya.
Selain mendatangkan pesawat tempur seperti Sukhoi dan Super Tucano, TNI
juga akan mendatangkan kapal selam, Tank Leopard dan berbagai peralatan
tempur canggih lainnya. 

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

JPEG image

Other related posts:

  • » [apapun] Berita militer...Rudal Mistral tiba di Indonesia - Saikhu Rochman