Re: Pembajakan Software

Tuh ... ada undangan, harusnya event seperti ini dapat dijadikan kesempatan 
baik untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan ... datanglah
  ----- Original Message ----- 
  From: Hermawan Haryanto 
  To: andrinur@xxxxxxxxxxxxx 
  Sent: Wednesday, August 29, 2007 9:32 AM
  Subject: Re: Pembajakan Software


  Pak Andri, kita biasa menyebutnya OSS (Open Source Software) bukan dalam 
bahasa Indonesia SOS (Software Open Source) sebab nanti jadi rancu dengan Save 
Our Soul he he he.

  Saya adalah salah satu founder dari FOSUG (Free/Open Source User Group) jadi 
kalau ada rekan-rekan yang ingin mengenal lebih jauh tentang Free / Open Source 
bisa datang ke kampus saya, kita ada rencana untuk mengadakan Install Festival 
di mana semua orang boleh membawa notebook/komputer nya masing-masing untuk 
belajar menginstall linux dan aplikasinya secara bersama-sama. 

  Bila ada yang berminat, boleh menghubungi saya secara langsung

  Terima kasih,



  On 8/29/07, Andri Nur < andrinur@xxxxxxxxxxxxxx> wrote:
    Dear All,
    Ini semua merupakan tantangan bagi Anda semua.  Sebagai calon-calon 
computer engineer masa depan, maka dukungan Anda terhadap penggunaan software 
open source (SOS) sangat diharapkan oleh bangsa ini.  Anda sejatinya turut 
terlibat aktif dalam sosialisasi penggunaan SOS dan bagaimana ikut memerangi 
pembajakan.

    Jadikan P2K - INFORMATIKA ITI pioneer untuk aktivitas-aktivitas tersebut.

    salam
      ----- Original Message ----- 
      From: Hermawan Haryanto 
      To: andrinur@xxxxxxxxxxxxx 
      Sent: Wednesday, August 29, 2007 8:39 AM
      Subject: Re: Pembajakan Software 


      Memang benar bahwa sepagai profesional IT kita memiliki tanggung jawab 
secara moril untuk memperjuangkan pemakaian software asli. Tapi di lain sisi 
kita juga di minta oleh perusahaan untuk menekan budget agar pasokan dana dapat 
digunakan sebaik mungkin untuk mencukup semua operasi. Harga software-software 
asli tidaklah murah yang berada di pasaran dan pastinya software-software versi 
GPL (Glodok Public License) jauh lebih murah daripada software-software 
aslinya. Bahkan ada CD kumpulan software yang dapat di beli dengan hanya Rp. 
20.000,- (dua puluh ribu rupiah) saja.

      Solusi yang menurut saya lebih reliable pada saat krisis seperti ini ya 
dengan menggunakan piranti lunak yang gratis, tidak berbayar dan dengan 
dukungan yang luas.

      Sebagai bahan wacana, saat ini di kampus saya seluruh komputer staff, 
perpustakaan dan laboratorium yang jumlahnya sekitar 500 buah sudah menggunakan 
sistem operasi Linux (Slackware) dengan dicarikan padanan-padanan aplikasi yang 
berjalan di atasnya. Hal ini terjadi dikarenakan sejak pertengahan tahun lalu 
kami dipaksa (terpaksa?) untuk tidak meneruskan kerjasama dengan pihak 
Microsoft untuk seluruh lisensi mereka. 

      Just my 2 cent,

       


        Kalau menurut kasus diatas, biaya bukanlah penghalang bagi mereka untuk 
membeli software yang asli, karena mereka merupakan perusahaan yang cukup besar 
di Indonesia. Menurut saya ini masalah moril terutama orang yang terlibat 
langsung dalam permasalah IT di perusahan tersebut. Tidak adanya keinginan 
untuk memotivasi perusahan untuk membeli software yg asli, padahal sebagai 
profesional IT sudah merupakan tanggungjawabnya secara moril untuk 
memperjuangkan pemakai software yang asli, jika hal ini sudah benar benar ada 
pada para profisional IT minimal akan memperkecil kasus-kasus pelanggaran hak 
cipta.

        Ada pendapat lain? 



        Thanks

        Hendry Gunawan



------------------------------------------------------------------------
        Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase. 




      -- 
      Hermawan Haryanto
      Senior Programmer, Red Rock Reef LLC
      Las Vegas, Nevada, United States 



  -- 
  Hermawan Haryanto
  Senior Programmer, Red Rock Reef LLC
  Las Vegas, Nevada, United States 

Other related posts: