Re: Pembajakan Software

Dear All,
Ini semua merupakan tantangan bagi Anda semua.  Sebagai calon-calon computer 
engineer masa depan, maka dukungan Anda terhadap penggunaan software open 
source (SOS) sangat diharapkan oleh bangsa ini.  Anda sejatinya turut terlibat 
aktif dalam sosialisasi penggunaan SOS dan bagaimana ikut memerangi pembajakan.

Jadikan P2K - INFORMATIKA ITI pioneer untuk aktivitas-aktivitas tersebut.

salam
  ----- Original Message ----- 
  From: Hermawan Haryanto 
  To: andrinur@xxxxxxxxxxxxx 
  Sent: Wednesday, August 29, 2007 8:39 AM
  Subject: Re: Pembajakan Software


  Memang benar bahwa sepagai profesional IT kita memiliki tanggung jawab secara 
moril untuk memperjuangkan pemakaian software asli. Tapi di lain sisi kita juga 
di minta oleh perusahaan untuk menekan budget agar pasokan dana dapat digunakan 
sebaik mungkin untuk mencukup semua operasi. Harga software-software asli 
tidaklah murah yang berada di pasaran dan pastinya software-software versi GPL 
(Glodok Public License) jauh lebih murah daripada software-software aslinya. 
Bahkan ada CD kumpulan software yang dapat di beli dengan hanya Rp. 20.000,- 
(dua puluh ribu rupiah) saja.

  Solusi yang menurut saya lebih reliable pada saat krisis seperti ini ya 
dengan menggunakan piranti lunak yang gratis, tidak berbayar dan dengan 
dukungan yang luas.

  Sebagai bahan wacana, saat ini di kampus saya seluruh komputer staff, 
perpustakaan dan laboratorium yang jumlahnya sekitar 500 buah sudah menggunakan 
sistem operasi Linux (Slackware) dengan dicarikan padanan-padanan aplikasi yang 
berjalan di atasnya. Hal ini terjadi dikarenakan sejak pertengahan tahun lalu 
kami dipaksa (terpaksa?) untuk tidak meneruskan kerjasama dengan pihak 
Microsoft untuk seluruh lisensi mereka. 

  Just my 2 cent,

   


    Kalau menurut kasus diatas, biaya bukanlah penghalang bagi mereka untuk 
membeli software yang asli, karena mereka merupakan perusahaan yang cukup besar 
di Indonesia. Menurut saya ini masalah moril terutama orang yang terlibat 
langsung dalam permasalah IT di perusahan tersebut. Tidak adanya keinginan 
untuk memotivasi perusahan untuk membeli software yg asli, padahal sebagai 
profesional IT sudah merupakan tanggungjawabnya secara moril untuk 
memperjuangkan pemakai software yang asli, jika hal ini sudah benar benar ada 
pada para profisional IT minimal akan memperkecil kasus-kasus pelanggaran hak 
cipta.

    Ada pendapat lain? 



    Thanks

    Hendry Gunawan



----------------------------------------------------------------------------
    Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.




  -- 
  Hermawan Haryanto
  Senior Programmer, Red Rock Reef LLC
  Las Vegas, Nevada, United States 

Other related posts: