[ak93-feua] Re: tema liburan & 5 hari kerja

Hai Friends...
Aku masih "on line"  & ngikutin terus kok..

meskipun sekarang status mode on : "passive or silent member"

Aku dr kemarin2 cuman pusing & byk meeting nyiapin bahan presentasi
untuk quarterly meeting review yg diminta Boss no.1 untuk hr jum'at ini...

Btw, ada yg punya "template" power point yg bagus 
gak norak & gak ada spt yg di defaultnya Microsoft Power point....
mungkin bisa di-sharing??

Thanks in advance ya...






"Firmansyah, Rachmad" <Rachmad.Firmansyah@xxxxxxxxxxxxxx> 
Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx
08/20/2007 02:44 PM
Please respond to
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx


To
<ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx>
cc

Subject
[ak93-feua] Re: tema liburan & 5 hari kerja






Bukan masalah cabut-mencabut Bos .... memang mungkin itu Untung Ruginya 
jadi "raja kecil" kelihatannya... Kerjaan all round "gedebak-gedebuk", 
tapi bisa diatur-atur sendiri... masih dimaklumi kok, yg penting kerjaan 
beres dan selalu bisa dihubungi "dimanapun kita berada" (berarti gak mesti 
di kantor ... hehehhe).
 
Saran saya jikalau nanti HRnya ternyata bisa deal 5 hari kerja, supaya 
tetap efisien dan produktif terapin aja sistem GILIR HARI KERJA dan TUKAR 
OFF-DAY di bagian sales dan administrasi branch ... sistem kerja seperti 
itu sering dilakukan di departemen operasional (Produksi, PPIC,dll). 
 
***
 
Omong-omong, kok gak lihat email Cak Roes seharian ini ...?
 
Salam,
From: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx 
[mailto:ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx] On Behalf Of Dicky Sumarsono
Sent: Monday, August 20, 2007 1:55 PM
To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
Subject: [ak93-feua] Re: tema liburan & 5 hari kerja

Wah....kena, telak deh :))
(kuliahnya sering cabutan apa sama dengan waktu udah kerja juga sering 
cabut dari kantor????)
hehehehahahaha......... 
 
Tapi emang kalo 5 hari kerja diterapkan di tempatku, biaya lemburnya 
"mungkin" bakal tinggi sih..... Coba ada cost controller di sini yang bisa 
ngitungin simulasi 5 hari kerja + biaya lembur dibanding 6 hari kerja... 
hehehehe......


"Firmansyah, Rachmad" <Rachmad.Firmansyah@xxxxxxxxxxxxxx> wrote:
Kelihatannya memang untuk jenis usaha jasa, memang justru ramenya saat 
sabtu, minggu atau hari-hari libur ya ... kecuali kalau jasanya untuk 
mensupport perusahaan lain baru jam kerjanya ngikut sesuai aturan jam 
kerja umum. Konsep 5 hari kerja memang cenderung banyak digunakan untuk 
perusahaan industri, karena bisa mengoptimalkan kegiatan produksinya dalam 
waktu 5 hari dan bisa efisiensi dari segi biaya overtime, listrik, air, 
telpon, bahan bakar, pengangkutan & maintenance. Tapi tidak menutup 
kemungkinan bisa dijalankan di perusahaan non industri, jika itung2an 
COST&BENEFIT (CB)nya menguntungkan, bisa jadi seperti usulannya andid: 
sabtu off dgn menambah jam kerja di hari senin-jumat.
 
Cuman saran saya buat rekan2 jika ada yg mau merubah 6 hari kerja ke 5 
hari kerja, sebaiknya menggunakan istilah "PROGRAM 5 HARI KERJA" sebab 
pernah saya tahu jika menggunakan istilah SABTU LIBUR, ternyata banyak yg 
protes terutama karyawan (biasanya kary produksi) yg notabene mengandalkan 
overtime sebagai pendapatan sampingannya, Jadi istilahnya ya 5 HARI KERJA 
saja dgn tidak menutup kemungkinan hari sabtu masuk jika banyak order 
produksi. Mungkin hal ini akan menjadi adil bagi pihak perusahaan maupun 
karyawan. 
 
Tapi mungkin enaknya klo kerja di cabang luar pulau/ branch ya waktu 
kerjanya tidak terlalu terikat, ya sewaktu-waktu kelihatannya bisa keluar 
kantor (terutama klo bukan jam sibuk) baik klo memang ada urusan atau di 
ada-ada in, ya bisa buat window shopping atau kangen anak (mungkin 
istri).... keliatannya bisa diatur-aturlah, namanya aja jadi RAJA KECIL 
..:) ...mungkin bisa disiasati seperti itu ya dick? 
 
Salam,

Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Other related posts: