[ak93-feua] Re: Tabungan Pendidikan & Keuangan Keluarga

Dicky...,

Saya sekarang pake manulife financial (pendidikan + insurance).
Besaran coverage-nya Ini bisa diatur sesuai "kemampuan" kita kok..Coba aja 
bandingin....

Ceritanya dulu ditawarin sama Lucky...istrinya si Asrul temen kita juga.
Apalagi para boss kita spt Nelson (dulu mantan petinggi-nya manulife) &
sekarang si Papam yg juga petingginya manulife surabaya..
he2...siapa tahu, dari temen bisa dapet info2 yg lbh "reliable"
dari inside managementnya...& bgm prospeknya..

Suwun/MH






Dicky Sumarsono <dickyseak@xxxxxxxxx> 
Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx
08/31/2007 01:03 PM
Please respond to
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx


To
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
cc

Subject
[ak93-feua] Re: Tabungan Pendidikan & Keuangan Keluarga






Terimakasih Ndid & Roy atas masukannya.
Kalau saya cenderung untuk memilih Tabungan Pendidikan yang ada 
asuransinya, saat ini ada 2 bank yang jadi pertimbangan saya: bni & niaga.
Kalau BNI asuransinya gratis (that's what they said in brochure), kalau 
Niaga dekat kantor saya (tapi saya ragu, kira-kira 10 atau 15 tahun lagi, 
Bank Niaga tuh masih ada atau bakal ditutup/dilikuidasi :) )
Kalau teman-teman punya informasi Tabungan Pendidikan + Asuransi yang:
1. Kinerja Banknya bagus, kira-kira 20 - 25 tahun lagi masih berdiri & 
beroperasi. (Security)
2. Bunganya tinggi/mungkin lebih tinggi dari bunga deposito. (Return)
3. Biaya asuransinya tidak memberatkan atau lebih bagus lagi kita tidak 
dikenakan biaya asuransi. (Cost)
4. PROSES CLAIM/pencairan-nya mudah. Khususnya kalau saya buka rekeningnya 
di Banjarmasin, kelak bisa di claim/dicairkan di Jakarta atau Surabaya 
atau dimanapun diseluruh "Indonesia", tidak perlu harus ke Cabang tempat 
kita membuka rekening. (Claim)
bagi-bagi dong informasinya. Atau Andry mau mbuat produk sesuai keinginan 
konsumen? Membaca keinginan saya = Membaca keinginan konsumen di Indonesia 
loh! :)


Suroyo Mohammad <suroyo@xxxxxxxxxx> wrote:
Dear Dikky,
 
Kalo ngak salah, kalau sekarang asuransi pendidikan ngak menutup ongkos 
pendidikan untuk masa depan. Walaupun kamu ikut asuransi pendidikan, 
biasanya disarankan untuk melakukan investasi di lainnya, misalnya uang 
asing, saham, reksa dana dan lainnya (ahli nya bilang gitu)
 
Kalau temen, dia bilang. Selama kamu rajin menabung dan sebagainya, maka 
asuransi itu tidak diperlukan. (semuanya jadi terserah kamu).. by the way, 
biaya kuliah di FK UI sekarang Rp.. 100 jt untuk masuknya (ngak tau ini 
bener apa ngak). Kalo bener, gimana nanti anaknya dikky masuk FK ya? 
Berapa duit tuh? hehehe
 
Regards,
 
 
Suroyo Mohammad
Jl. Amartha Blok O No. 7 Duren Sawit Sawah Barat
Jakarta Timur 13440 - Indonesia
Mobile Phone : +62 816-864748

From: Candida Hastuti [mailto:Candida.Hastuti@xxxxxxx] 
Sent: 29 Agustus 2007 8:15
To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
Subject: [ak93-feua] Re: Tabungan Pendidikan & Keuangan Keluarga
 
 
Dear Dicky,
 
rasanya masalahmu adalah hal yang umum dan dialami banyak orang.
 
Aku sharing tulisan dari Safir Senduk ya, mungkin bisa buat bahan 
pemikiran dan masukan utk mengatur keuangan keluarga.
 
Aku sendiri pake Niaga Pendidikan, karena gaji masuk ke Niaga jadi bisa 
langsung auto debet dan tidak nunggu gaji bersisa baru disetor ke bank 
(ini mah susahnya minta ampun Dick - kaya yg lg kamu keluhkan). Aku sudah 
6 tahunan pake NiPen mulai anak pertama kelas 1 SD ampe sekarang dia kelas 
1 SMP. Di NiPen kita bisa atur sendiri mau berapa tahun kita nabung dan 
berapa setoran yg kita mampu setiap bulan (tentu ada batasan minimal 
sesuai aturan bank).
 
Selamat menabung, dan yg penting....jangan nunggu sisa gaji ya !!  
 
Regards,
Andid
 
 Buat Bpk Manajer Pemasaran di BRI Jatinegara : bisa kasih saran sekalian 
jualan produk Pak ?! Hehe...
 
 Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! 

Other related posts: