[ak93-feua] Re: NJOP [2]

Bang Roy,

Saya juga lagi & terus belajar kok....he2....yang penting dari discuss 
seperti ini kita bisa sama2 berbagi & nambah wawasan kan...

Menurut saya sih, gak perlu takut salah/takut urun opini, karena kadang 
kita nemunin banyak transaksi yang di prakteknya kompleks bgt...sehingga 
lebih enak kalo didiscuss....he2...

Toh, walapun kita /saya salah opinininya di milis ini misalnya, mestinya 
banyak temen2 yg bisa ngingetin & bagi2 ilmunya kan.....tul gak friends...

MH






"Suroyo Mohammad" <suroyo@xxxxxxxxxx> 
Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx
07/20/2007 03:38 PM
Please respond to
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx


To
<ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx>
cc

Subject
[ak93-feua] Re: NJOP [2]






Dear,
 
Aku lebih setuju dengan bang mansyur, sebaiknya pakai appraisal Comp, 
karena untuk pemeriksaan pajak nanti juga mereka pasti meminta apprisal 
dari Apprrisal Comp. Daripada kerja 2 kali mendingan 1 kali kerja aja 
sekalian.
 
Ps. Lagi cari info nih mansyur masalah mengenai lap keu dalam mata uang 
asing, hehehe.. lagi di luar jadi ngak bisa buka buku J. Sorry seperti 
tadi… dah jarang nyentuh SAK.
 
Regards,
 
 
Roy
 

From: mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx [mailto:mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx] 
Sent: 20 Juli 2007 11:15
To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
Subject: [ak93-feua] Re: NJOP 
 

Kalo mau lebih meyakinkan...coba aja diitung pake Appraisal 
Company...Dick.. 

*** 

Setahuku KP PBB, pasti punya dafar NJOP dan sejauh yang aku tahu NJOP 
masih dibawah harga pasar.. 

Karena KP-PBB tidak setiap tahun menyesuaikan NJOP tersebut..takut 
diprotes oleh WP karena bayak PBBnya naik terus tiap tahun... 

Makanya sekarang kalo di sini (Pasuruan/Jawa Timur) kami lagi dapet 
undangan sosialisasi dari KP PBB yang intinya mereka mau info menaikkan 
nilai NJOP yang ada sekarang....buat ningkatin setoran KPP. 

Thanks, 
MH 





Dicky Sumarsono <dickyseak@xxxxxxxxx> 
Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx 
07/20/2007 11:05 AM 


Please respond to
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx



To
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx 
cc
 
Subject
[ak93-feua] Re: STRES
 


 
 




Itu dia, KP-PBB sebenarnya punya daftar NJOP per daerah atau desa gak sih? 

Atau jangan-jangan mereka buat NJOP cuma dari Akte Notaris/PPAT aja? 
Kalau gitu belinya Rp. 100/m2 nti minta dibuatin akte cuma Rp. 50/m2, biar 
pajaknya murah 
Ato kebalikannya belinya Rp. 50/m2 minta dibuatin akte notaris/PPAT jadi 
Rp. 100/m2. 
 
Kalo Notaris & orang pajak aja bisa di "mainin" gimana investor kalo 
ketemu orang jahat, bisa ilang duitnya.. 
Kecurigaanku giniloh: 
Ada informasi dari 'karyawan" (ybs warga sekitar gudang), dulu waktu 
pembelian tanah di "Gudang". Sebenarnya harganya murah, tapi "pimpinan yg 
dulu" beli tanah 2 hektar, tapi yang dikasih ke perusahaan cuma 1 hektar, 
tanah 1 hektar di samping gudang dia yang ambil. Sementara seluruh biaya 
pembelian tanah yang dia lakuin dibebankan ke perusahaan.... 
Karena aku sebagai Finance & Accounting, sekaligus Auditor..... yaa....mau 
gak mau harus ngecek..... salah satu cara ya dari PBB, kenapa NJOP Gudang 
bisa 2 x lebih mahal dibanding tanah di sekitarnya? 
 
Kalo aku jadi penjahatnya, gini yang aku lakuin: 
Aku ngajuin proposal pembelian tanah seharga Rp. 100,-/m2 (padahal 
harganya cuma Rp. 50,-/m2). 
Proposal disetujuin (karena investor percaya). 
Aku beli tanah seluas 2 hektar, tapi karena proposalku disetujui....ya 
udah yang aku kasih ke perusahaan cuma 1 hektar. 
Aku ke Notaris/PPAT mbuat akte jual beli seharga Rp. 100/m2 seluas 1 
hektar. Akte Notaris ini yang buat dijadiin dasar untuk mbayar BPHTB & PPh 
Pasal 4 ayat (2) & aku tambah kwitansi pembelian sebagai bukti untuk 
perusahaan. 
1 hektar lagi, tanah aku urus untuk pribadi....... 
Waaahhh........bisa kaya aku 
Semoga aja yang aku pikirin gak kejadian, semoga aja emang NJOP Gudang 
emang lebih tinggi karena faktor-faktor yang disebutin Boss Mansyur, 
semoga aja aku cuma paranoid karena kurang istirahat. 
 
 
 
 
 


mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx wrote: 

Dick, 

Urun opini ya... 

Setahuku, NJOP ditentukan oleh orang PBB dengan dasar masukan dari 
PPAT/Notaris setempat. 

Seperti kita tahu juga, dimanapun, harga "pasar" Tanah (salah satunya 
tercermin di NJOP) dipengaruhi oleh byk hal walaupun sama2 satu lokasi 
atau satu deretan. 
misalnya: 
a. lokasi, 
b. akses, 
c. kondisi tanah (sudah pematangan/tidak), 
d. strategis atau tidaknya tempat, 
e. infrastrukture dll... 

Kalo dilihat kasusnya dicky, kita bisa lihat, tanah yang deket lahan 
gambut lebih murah dibanding yang lain, bukan?? 
atau kalo bandingin dengan yang sama2 deket gudang, mungkin ada aspek2 
lain (letak yang strategis) dari dua ruko yang deket gudang tersebut, shg 
bisa beda NJOP-nya..... 


MH. 




Dicky Sumarsono <dickyseak@xxxxxxxxx> 
Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx 
07/20/2007 09:25 AM 


Please respond to
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx



To
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx 
cc
 
Subject
[ak93-feua] Re: STRES
 


 
 





Ngomongin soal Tanah & Pajak, sekarang kan lagi waktu-waktunya mbayar PBB 
nih......... 
Aku kok makin bingung tentang penentuan NJOP per m2 
Gini loh yang ngganjel di hati & pikiranku : 
1. Perusahaan nyewa ruko di daerah Gambut (JL. A Yani km. 12) NJOP Bumi 
nya 160.000/m2, NJOP Bangunannya 60.000/m2. 
2. Gak jauh dari ruko tsb, perusahaan punya Gudang (JL. A Yani km. 10) 
NJOP Bumi nya 285.000/m2, NJOP Bagunannya 429.000/m2. 
3. Dekat dari Gudang, perusahaan punya toko (JL. A Yani km. 8) NJOP 
Buminya 82.000/m2, NJOP Bangunannya 225.000. 
Gimana sih orang pajak nentukan NJOP????? Semua nya ada di pinggir jalan 
kok....sederetan JL. A Yani dari km 8 sampai km 12, tapi NJOPnya 
beda-beda....... Suroyo apa bisa menjelaskan? 


uroyo Mohammad <suroyo@xxxxxxxxxx> wrote: 
Dear Artanti,

Sorry ngak punya pengalaman dari hal kayak ginian.. masih terlalu hijau 
aku
untuk yang satu ini hehehe.

Tapi kalo dilihat sih katanya ngak berhubungan dengan restrukturisasi tapi
kenapa dimasukian STRES? Hmmm.. rada bingung...

Kalo kayak gini (hub dengan pajak) biasanya nilai tanah tersebut 
menggunakan
harga pasar wajar (untuk menghilangkan arms length dan biar pajak nya gede
.. kata orang pajak) :p

Regards,

Roy

-----Original Message-----
From: Artanti Purborini [mailto:artanti.purborini@xxxxxxxxx] 
Sent: 20 Juli 2007 7:51
To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
Subject: [ak93-feua] STRES

Tanya lagi...

anak perusahaan menjual tanah ke induk, biasa aja, tidak ada kaitan
dengan restrukturisasi perusahaan. apakah labanya merupakan
Selisih Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali(STRES? Waktu
itu aku menganggap itu transaksi biasa, emang sih labanya harus
dieliminasi, namun nggak perlu masuk STRES di ekuitas. Tapi auditor
ngotot masuk STRES, ya udah.. daripada nggak final..

Tapi ada yang punya kasus sejenis atau bisa jelaskan dari aturan mana?

-- 
Terima Kasih.

Arsip: http://www.freelists.org/archives/ak93-feua


Arsip: http://www.freelists.org/archives/ak93-feua

Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 
 

Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's 
on, when. 

Other related posts: