[ak93-feua] Re: NJOP
- From: Dicky Sumarsono <dickyseak@xxxxxxxxx>
- To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 20 Jul 2007 20:37:36 -0700 (PDT)
Kalo aku sich masih di level pelaksana, pinginnya si semua bisa beres pake uang
& "pendekatan personal yg baik" ato "entertain" hehehehe.... (gak nambah
kerjaanku, biasanya yang entertain juga bukan aku kok, aku cuma ngeluarin
uangnya aja) baru kalo pusat gak setuju ama proposal biaya yg bakal keluar,
baru deh pake power & aturan hukum yang grey...........kalo ini kan butuh
effort/usaha lebih, kosentrasi & waktu, sedangkan kerjaan rutin tetep jalan.....
Jadi aku setuju-setuju aja kalo ada pendapat, selama uang bisa menyelesaikan
masalahmu, maka kamu tidak punya masalah........
Yang jadi masalah kalo kita gak punya uang.....hwahahahahaha
Tapi gak selamanya selalu pake uang loh, kalo kita bener tapi disalahin pasti
aku bakal fight.....
BTW soal kepiting dan dipiting aku juga suka kok.......hehehehihihihi
Enak sich...hehehehe
mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx wrote:
Dick.....( jd ingat Capt.Dick Winters di film "Band of Brothers")
Aku gak bilang "approach"- mesti dengan uang lho ya....he2.....
Banyak approach yang bisa kita pake kan...pendekatan personal yg baik, power,
"loby","aturan" hukum yang grey.....etc...
Bagaimanapun, banyak diantara mereka masih punya "hati nurani"& dan bisa jaga
professionalisme-nya kok........
B'rgds,
MH
Dicky Sumarsono <dickyseak@xxxxxxxxx>
Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx 07/21/2007 08:53 AM Please
respond to
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
To
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx cc
Subject
[ak93-feua] Re: NJOP
Wah bukan cuma PPAT, Notaris, KP-PBB aja... Appraisal, KAP & Konsultan Pajak
juga manusia Boss....apalagi yang rindu order..........dengan Rp 10 juta aja,
kita bisa order laporan...hehehehehe.......
Mengenai asal-asul tanah Gudang perusahaanku, aku sudah menemukan seberkas
cahaya .
Ternyata emang beli nya 2 hektar, dibebankan 2 Hektar ke PT. STSJ, 1 Hektar
jadi asset STSJ (Gudang), 1 Ha lagi jadi penyertaan modal/investasi di Roda
Surya Abadi (jualan spare part)..tapi off balance sheet....(repotnya kerja ama
konglomerat gini)... bener informasi dari karyawan di sekitar gudang, tapi
informasi yang dia dapet limited aja
Gak percuma kuliah di Unair walaupun sering bolos....apa karena sering bolos
malah jadi ahli, nyari-nyari pengetahuan yang gak tahu.
Tapi sekarang masih tetep penasaran, kok NJOP Gudang lebih mahal, mending besok
tanya aja ke orang pajak PBBnya
mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx wrote:
Sejauh yang aku tahu sing gak ada pakem yang jelas menaikkan NJOP...sama halnya
kalo kita bicara masalah historical cost vs current cost atas tanah,
bukan??....
Ini semata2 kayaknya karena tempo hari ada edaran dari Men-Keu yang intinya
tiap2 KPP/Kanwil ditarget untuk meningkatkan penerimaan pajaknya di semua
aspek...termasuk masalah penerimaan PBB...
Makanya salah satu-nya yg dilakukan KP PBB adalah mereview lagi nila
NJOP-nya...
***
Wah kalo approachnya agar PBB-nya gak terlalu tinggi......bos2-nya Pakuwon
pasti lebih tahu caranya deh......PPAT/Notaris/ KP-PBB kan juga
manusia...??#$!!..he2..
Artanti Purborini <artanti.purborini@xxxxxxxxx>
Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx
07/20/2007 10:44 PM
Please respond to
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
To
ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx cc
Subject
[ak93-feua] Re: NJOP
Berapa tahun sekali sih KP PBB menaikkan NJOP? Di tempatku sekarang
harus benar-benar jaga cash flow... beberapa bidang tanah mulai dibangun
untuk ngejar cash in, tapi harus tetap jaga agar tanah disekitarnya
yang belum dibangun agar PBBnya nggak naik terlalu tinggi.. bagaimana
cara approachnya?
20/07/2007, 11:14, mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx
wrote:
> ***
> Setahuku KP PBB, pasti punya dafar NJOP dan sejauh yang aku tahu NJOP
> masih dibawah harga pasar..
> Karena KP-PBB tidak setiap tahun menyesuaikan NJOP tersebut..takut
> diprotes oleh WP karena bayak PBBnya naik terus tiap tahun...
> Makanya sekarang kalo di sini (Pasuruan/Jawa Timur) kami lagi dapet
> undangan sosialisasi dari KP PBB yang intinya mereka mau info menaikkan
> nilai NJOP yang ada sekarang....buat ningkatin setoran KPP.
> Thanks,
> MH
> Dicky Sumarsono <dickyseak@xxxxxxxxx>
> Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx
> 07/20/2007 11:05 AM
> Please respond to
> ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
> To
> ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
> cc
> Subject
> [ak93-feua] Re: STRES
> Itu dia, KP-PBB sebenarnya punya daftar NJOP per daerah atau desa gak sih?
> Atau jangan-jangan mereka buat NJOP cuma dari Akte Notaris/PPAT aja?
> Kalau gitu belinya Rp. 100/m2 nti minta dibuatin akte cuma Rp. 50/m2, biar
> pajaknya murah
> Ato kebalikannya belinya Rp. 50/m2 minta dibuatin akte notaris/PPAT jadi
> Rp. 100/m2.
> Kalo Notaris & orang pajak aja bisa di "mainin" gimana investor kalo
> ketemu orang jahat, bisa ilang duitnya..
> Kecurigaanku giniloh:
> Ada informasi dari 'karyawan" (ybs warga sekitar gudang), dulu waktu
> pembelian tanah di "Gudang". Sebenarnya harganya murah, tapi "pimpinan yg
> dulu" beli tanah 2 hektar, tapi yang dikasih ke perusahaan cuma 1 hektar,
> tanah 1 hektar di samping gudang dia yang ambil. Sementara seluruh biaya
> pembelian tanah yang dia lakuin dibebankan ke perusahaan....
> Karena aku sebagai Finance & Accounting, sekaligus Auditor..... yaa....mau
> gak mau harus ngecek..... salah satu cara ya dari PBB, kenapa NJOP Gudang
> bisa 2 x lebih mahal dibanding tanah di sekitarnya?
> Kalo aku jadi penjahatnya, gini yang aku lakuin:
> Aku ngajuin proposal pembelian tanah seharga Rp. 100,-/m2 (padahal
> harganya cuma Rp. 50,-/m2).
> Proposal disetujuin (karena investor percaya).
> Aku beli tanah seluas 2 hektar, tapi karena proposalku disetujui....ya
> udah yang aku kasih ke perusahaan cuma 1 hektar.
> Aku ke Notaris/PPAT mbuat akte jual beli seharga Rp. 100/m2 seluas 1
> hektar. Akte Notaris ini yang buat dijadiin dasar untuk mbayar BPHTB & PPh
> Pasal 4 ayat (2) & aku tambah kwitansi pembelian sebagai bukti untuk
> perusahaan.
> 1 hektar lagi, tanah aku urus untuk pribadi.......
> Waaahhh........bisa kaya aku
> Semoga aja yang aku pikirin gak kejadian, semoga aja emang NJOP Gudang
> emang lebih tinggi karena faktor-faktor yang disebutin Boss Mansyur,
> semoga aja aku cuma paranoid karena kurang istirahat.
> mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx wrote:
> Dick,
> Urun opini ya...
> Setahuku, NJOP ditentukan oleh orang PBB dengan dasar masukan dari
> PPAT/Notaris setempat.
> Seperti kita tahu juga, dimanapun, harga "pasar" Tanah (salah satunya
> tercermin di NJOP) dipengaruhi oleh byk hal walaupun sama2 satu lokasi
> atau satu deretan.
> misalnya:
> a. lokasi,
> b. akses,
> c. kondisi tanah (sudah pematangan/tidak),
> d. strategis atau tidaknya tempat,
> e. infrastrukture dll...
> Kalo dilihat kasusnya dicky, kita bisa lihat, tanah yang deket lahan
> gambut lebih murah dibanding yang lain, bukan??
> atau kalo bandingin dengan yang sama2 deket gudang, mungkin ada aspek2
> lain (letak yang strategis) dari dua ruko yang deket gudang tersebut, shg
> bisa beda NJOP-nya.....
> MH.
> Dicky Sumarsono <dickyseak@xxxxxxxxx>
> Sent by: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx
> 07/20/2007 09:25 AM
> Please respond to
> ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
> To
> ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
> cc
> Subject
> [ak93-feua] Re: STRES
> Ngomongin soal Tanah & Pajak, sekarang kan lagi waktu-waktunya mbayar PBB
> nih.........
> Aku kok makin bingung tentang penentuan NJOP per m2
> Gini loh yang ngganjel di hati & pikiranku :
> 1. Perusahaan nyewa ruko di daerah Gambut (JL. A Yani km. 12) NJOP Bumi
> nya 160.000/m2, NJOP Bangunannya 60.000/m2.
> 2. Gak jauh dari ruko tsb, perusahaan punya Gudang (JL. A Yani km. 10)
> NJOP Bumi nya 285.000/m2, NJOP Bagunannya 429.000/m2.
> 3. Dekat dari Gudang, perusahaan punya toko (JL. A Yani km. 8) NJOP
> Buminya 82.000/m2, NJOP Bangunannya 225.000.
> Gimana sih orang pajak nentukan NJOP????? Semua nya ada di pinggir jalan
> kok....sederetan JL. A Yani dari km 8 sampai km 12, tapi NJOPnya
> beda-beda....... Suroyo apa bisa menjelaskan?
> uroyo Mohammad <suroyo@xxxxxxxxxx> wrote:
> Dear Artanti,
> Sorry ngak punya pengalaman dari hal kayak ginian.. masih terlalu hijau
> aku
> untuk yang satu ini hehehe.
> Tapi kalo dilihat sih katanya ngak berhubungan dengan restrukturisasi tapi
> kenapa dimasukian STRES? Hmmm.. rada bingung...
> Kalo kayak gini (hub dengan pajak) biasanya nilai tanah tersebut
> menggunakan
> harga pasar wajar (untuk menghilangkan arms length dan biar pajak nya gede
> .. kata orang pajak) :p
> Regards,
> Roy
> -----Original Message-----
> From: Artanti Purborini [mailto:artanti.purborini@xxxxxxxxx]
> Sent: 20 Juli 2007 7:51
> To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
> Subject: [ak93-feua] STRES
> Tanya lagi...
> anak perusahaan menjual tanah ke induk, biasa aja, tidak ada kaitan
> dengan restrukturisasi perusahaan. apakah labanya merupakan
> Selisih Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali(STRES? Waktu
> itu aku menganggap itu transaksi biasa, emang sih labanya harus
> dieliminasi, namun nggak perlu masuk STRES di ekuitas. Tapi auditor
> ngotot masuk STRES, ya udah.. daripada nggak final..
> Tapi ada yang punya kasus sejenis atau bisa jelaskan dari aturan mana?
--
Terima Kasih.
Arsip: http://www.freelists.org/archives/ak93-feua
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
- Follow-Ups:
- [ak93-feua] Re: NJOP
- From: gatot prasetyo
- References:
- [ak93-feua] Re: NJOP
- From: mansyoer_hadi
Other related posts:
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- » [ak93-feua] Re: NJOP
- [ak93-feua] Re: NJOP
- From: gatot prasetyo
- [ak93-feua] Re: NJOP
- From: mansyoer_hadi