[ak93-feua] Mimisan
- From: Artanti Purborini <artanti.purborini@xxxxxxxxx>
- To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Thu, 26 Jul 2007 08:00:16 +0700
10 FAKTA SEPUTAR MIMISAN
Waspadai jika mimisan disertai gejala lain seperti
demam dan sakit kepala.
Simaklah penjelasan dr. Najib Advani, Sp.A (K)
M.Med.Paed., dalam bentuk tanya jawab berikut.
1. Apakah mimisan berbahaya?
Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya.
Jadi, tak perlu panik. Selama anak terlihat sehat dan
aktif, juga tidak disertai gejala lain seperti demam,
orangtua tak perlu kelewat khawatir.
2. Mengapa dari hidung sering keluar darah atau
mimisan?
Maklum saja, hidung punya banyak pembuluh darah,
terutama di balik lapisan tipis cupingnya.
3. Mengapa mimisan paling sering terjadi pada anak?
Selaput lendir dan pembuluh darah anak masih tipis dan
sensitif, sehingga saat ada faktor pencetus seperti
udara dingin atau trauma ringan, darah pun langsung
mengucur keluar. Terjadinya pun umumnya spontan,
ringan, dan mudah berhenti.
4. Apa saja faktor pencetus mimisan pada anak?
- Trauma
Seperti akibat benturan benda keras, kemasukan benda
asing, atau dikorek-korek yang membuat selaput lendir
dan pembuluh darah di hidung terluka dan menyebabkan
perdarahan.
- Penggunaan AC tidak bijak
Cara kerja AC yang menyerap uap air di udara membuat
kelembapan di ruangan jauh berkurang. Ditambah, suhu
yang terlalu dingin membuat udara jadi makin kering.
Udara kering yang diisap anak akan membuat alat
pernapasannya mengering, sehingga selaput lendirnya
mudah pecah dan berdarah.
- Reaksi refluks
Khusus untuk bayi, mimisan bisa terjadi karena reaksi
refluks. Ini terjadi saat bayi muntah atau gumoh.
Aliran balik makanan dari lambung ke mulut atau hidung
dapat menyebabkan mimisan. Muntahan yang banyak
mengandung zat asam itu bisa mengiritasi atau melukai
hidung. Mimisan pada bayi umumnya juga sembuh sendiri
dan tidak perlu penanganan khusus.
- Faktor keturunan
Anak-anak tertentu lahir dengan pembuluh darah di
hidung yang gampang pecah dan berdarah. Jika
kelembapan udara sangat rendah seperti di negeri
subtropis dan suhunya sangat dingin, maka anak-anak
seperti ini umumnya tidak sehingga hidungnya
terus-menerus mengeluarkan darah. Padahal, banyak anak
lain yang tidak merasakan gangguan serupa.
Pernah ada kasus seorang anak Indonesia batal
melanjutkan sekolahnya selama musim dingin ke negeri
empat musim "hanya" karena berbakat mimisan.
5. Bagaimana mengatasinya?
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah
menghentikan perdarahan tanpa bantuan obat dan alat.
Cukup dengan duduk dengan posisi badan dan kepala agak
maju ke depan. Lalu gunakan ibu jari dan telunjuk
untuk menekan dan menutup hidung. Sedangkan mulut
dibuka untuk bernapas. Lakukan selama 1-2 menit. Tak
berapa lama kemudian biasanya darah langsung berhenti.
Dengan memajukan kepala berarti darah tidak akan
mengalir kembali ke tenggorokan. Gunanya mencegah
iritasi dan batuk, tersedak, atau muntah darah. Posisi
duduk juga membuat aliran darah lebih lambat, karena
posisi jantung sebagai pusat pompa darah berada di
bawah hidung. Berbeda jika anak dibaringkan, karena
posisi jantung berada sejajar dengan hidung, sehingga
darah yang mengalir pun relatif lebih cepat.
Jika cara pertama belum berhasil, cobalah kompres
hidung dengan es. Bungkuslah es dengan saputangan lalu
tempelkan di antara kening dan hidung. Selain es,
benda lain seperti makanan atau minuman beku bisa
digunakan. Es dan benda dingin lainnya yang
ditempelkan mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga
perdarahan pun cepat berhenti. Kompres bisa dilakukan
saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti.
Hal yang penting dilakukan, bersikaplah tenang saat si
kecil mimisan. Kepanikan orangtua dapat membuat anak
ikut panik dan menangis. Akhirnya, perdarahan sulit
dihentikan.
6. Bagaimana kalau darah belum berhenti keluar?
Jika dalam waktu 15-20 menit perdarahan tidak kunjung
berhenti, ulangi gerakan menutup dan menekan hidung
seperti dijelaskan tadi. Segera datangi klinik dokter
atau rumah sakit terdekat jika mimisan tidak berhenti.
Dokter akan membantu dengan memberikan obat tetes atau
obat semprot yang mampu menghambat pecahnya pembuluh
darah. Bahkan, boleh jadi bagian hidung yang berdarah
dibakar (dikostik) agar darah tidak terus-menerus
keluar, kemudian hidung dibersihkan. Kalau tidak
berhasil, dokter akan memberi tampon atau kapas dengan
salep vaselin selama 1-2 hari. Fungsinya menekan dan
mengistirahatkan perdarahan.
7. Setelah darah berhenti keluar, apa yang harus
dilakukan?
Usahakan anak tidak mengembuskan napas lewat hidung
terlalu keras. Anak juga harus dijelaskan agar tidak
mengorek-ngorek hidung atau bekas luka yang mengering.
Tindakan itu akan menyebabkan hidung mengalami
perdarahan kembali.
8. Akankah kejadian mimisan reda selamanya?
Jika sudah diatasi maka gangguan mimisan pun akan
berhenti. Mimisan karena demam berdarah, misalnya,
tentu akan hilang setelah demam berdarahnya sembuh.
Demikian juga dengan mimisan karena penyakit infeksi,
setelah diobati, mimisan pun segera pergi.
Gangguan mimisan umumnya berkurang sesuai dengan
pertambahan usia. Semakin tambah usia, pembuluh darah
dan selaput lendir di hidungnya sudah semakin kuat,
hingga tak mudah berdarah.
9. Mimisan seperti apa yang perlu ditangani serius?
Meski mayoritas kasus mimisan tidak berbahaya,
orangtua hendaknya waspada jika frekuensi mimisan itu
cukup sering, tiap 1-2 hari. Ini karena ada
kemungkinan si kecil mengidap penyakit berbahaya.
Penyakit seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic
Purpura), demam berdarah, leukemia, thalasemia berat,
atau hemofilia, bisa juga menunjukkan gejala mimisan.
Ini karena kadar trombosit yang rendah bisa
menyebabkan perdarahan di hidung. Anak hemofilia bisa
saja memiliki kadar trombosit yang normal, tapi faktor
pembekuan darahnya rendah sehingga sering mengalami
perdarahan. Meski kasusnya sangat jarang, anak darah
tinggi dan gagal ginjal pun memiliki risiko besar
mengalami mimisan. Demikian juga anak dengan riwayat
hipertensi (tekanan darah tinggi).
Perhatikan gejala-gejala yang mungkin menyertai. Jika
disertai demam, kemungkinan penyebabnya penyakit
infeksi seperti demam berdarah. Jika disertai
munculnya bercak-bercak darah kemungkinan menjurus
pada leukemia atau ITP. Sedangkan pada sinusitis
umumnya mimisan disertai sakit kepala.
Berbeda dari mimisan normal yang umumnya bersumber
pada bagian anterior (bagian depan rongga hidung),
maka mimisan yang disertai penyakit berbahaya
bersumber dari bagian dalam hidung (posterior). Tak
heran, darah yang keluar banyak dan sulit dihentikan.
Perdarahan yang banyak bisa membuat anak kekurangan
darah (anemia). Bahkan, bukan tidak mungkin
menyebabkannya pingsan. Untuk mengatasinya, dokter
akan memberikan vitamin dan mineral. Lain hal jika
anak kehilangan darah cukup banyak. Sangat mungkin dia
harus menjalani transfusi darah.
10. Apakah pemakaian obat-obat tertentu dapat
menyebabkan mimisan?
Ya, penggunaan obat-obat tertentu pun bisa menyebabkan
mimisan. Obat antipanas yang mengandung acetyl
salicylic acid, misalnya, pada beberapa anak bisa
menyebabkan mimisan. Segera konsultasikan pada dokter
jika obat tertentu memberikan reaksi kurang baik
seperti mimisan pada anak.
TIP CEGAH MIMISAN
* Gunakan AC dengan bijak dan aman. Jangan menyetel AC
terlalu dingin dan lama. Selain boros energi, udara di
ruangan akan menjadi sangat dingin dan kering. Untuk
Indonesia, suhu 23-260C relatif cukup.
* Hindari anak dari paparan asap rokok. Selain dapat
mengiritasi saluran pernapasan, rokok juga bisa
mengeringkan saluran hidung. Ini jelas akan membuat
anak mudah mengalami mimisan.
* Saat gatal, pilek, atau membersihkan kotoran hidung,
ajari anak untuk menggunakan tisu maupun saputangan.
Hindari kebiasaan mengorek-ngorek hidung atau
mengembuskan udara lewat hidung terlalu keras.
* Usahakan banyak makan sayur dan buah guna memperkuat
selaput lendir hidung.
* Jauhkan anak dari benda-benda pencetus alergi di
rumah. Barang-barang berbahaya juga sebaiknya
disingkirkan agar tidak sampai mencederai anak.
--
Terima Kasih.
Arsip: http://www.freelists.org/archives/ak93-feua
Other related posts: