[ak93-feua] Mengapa berteriak ketika marah?
- From: Artanti Purborini <ap@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
- Date: Thu, 12 Aug 2004 20:16:16 +0700
"Teriakan kemarahan Anda membuat jarak, tetapi sapaan
cinta kasih Anda memperpendeknya."
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya,
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,
ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat
tangan dan menjawab, "Karena saat seperti itu ia telah
kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
"Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya
justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak?
Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang
dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak
satupun jawaban yang memuaskan.
Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang
berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua
hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik
mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak
yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya,
semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka
menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang
ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi.
Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras
lagi."
Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang
terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka
tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka
berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu
halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa
mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa
demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan
para muridnya.
Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun
berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu
dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah
katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata
saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang
ingin mereka sampaikan."
Sang guru masih melanjutkan, "Ketika Anda sedang
dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak.
Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata
yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di
saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin
merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan
membantu Anda." (Unknown author).
--
http://www.artantipurborini.or.id/
Other related posts:
- » [ak93-feua] Mengapa berteriak ketika marah?