[ak93-feua] Fw: [SSR-Klub] Fw: [MC-ers] OOT : Dikejar-kejar Polisi dari Blok M
- From: Khaeruman_Pamungkas@xxxxxxxxxxxx
- To: Agung_Wicaksono@xxxxxxxxxxxx, Agus_Buyung@xxxxxxxxxxxx, Andreas_Subchan@xxxxxxxxxxxx, Awan_Tjatur_Perkasa@xxxxxxxxxxxx, Bondan_Widjanarko@xxxxxxxxxxxx, Budi_Raharjo@xxxxxxxxxxxx, Budiarti_Budiarti@xxxxxxxxxxxx, Chalenar_Sitorus@xxxxxxxxxxxx, Christian_Lumentut@xxxxxxxxxxxx, Emi_Suhaemi@xxxxxxxxxxxx, Fakhruddin_Fakhruddin@xxxxxxxxxxxx, Fauzie_MZ@xxxxxxxxxxxx, Hilma_Yulianti@xxxxxxxxxxxx, Indrini_Kusumayekti@xxxxxxxxxxxx, Khaeruman_Pamungkas@xxxxxxxxxxxx, manulife_jypr@xxxxxxxxxx, Marliana_Susanti@xxxxxxxxxxxx, Mesa_Adrianto@xxxxxxxxxxxx, Muhammad_Irsan@xxxxxxxxxxxx, Nenny_Suryawati@xxxxxxxxxxxx, Nurmiani_Nurmiani@xxxxxxxxxxxx, Padmiandari_Murtiastuti@xxxxxxxxxxxx, Purwanto_Kusumo@xxxxxxxxxxxx, Ratri_Indah@xxxxxxxxxxxx, Ravi_Ametya@xxxxxxxxxxxx, Rita_Azlina@xxxxxxxxxxxx, Rita_Rita@xxxxxxxxxxxx, Saktiyoko_Winoto@xxxxxxxxxxxx, Sidik_Suparno@xxxxxxxxxxxx, Srihono_Srihono@xxxxxxxxxxxx, Subandi_Subandi@xxxxxxxxxxxx, Wisnu_Utama@xxxxxxxxxxxx, Yetty_Rochyatini@xxxxxxxxxxxx, Yuvens_Sebatu@xxxxxxxxxxxx, Awan_Tjatur_Perkasa@xxxxxxxxxxxx, Kuntoro_Andri@xxxxxxxxxxxx, Ravi_Ametya@xxxxxxxxxxxx, Budiarti_Budiarti@xxxxxxxxxxxx
- Date: Wed, 25 Jun 2008 09:10:26 +0700
Hati-hati..................
Salam
Khaeruman Pamungkas,SE.,Ak.
Branch Development Manager - Training & Development
PT. AJ Manulife Indonesia
Tel : 0315347330 ext. 239 , 0315318985 (Direct)
Mobile : 081803139246
Fax : 0315350105
khaeruman_pamungkas@xxxxxxxxxxxx
www.manulife-indonesia.com
"Bringing Dreams to Life"
Manulife Indonesia is part of Manulife Financial - Proud Worldwide Sponsor
of the Beijing 2008 Olympic Games
----- Forwarded by Khaeruman Pamungkas/Asia Division/Manulife on
06/25/2008 09:03 AM -----
"Doddy M. T. Azhari Karim" <doddy234@xxxxxxxxx>
Sent by: SSR-Klub@xxxxxxxxxxxxxxx
06/20/2008 09:40 AM
Please respond to
SSR-Klub@xxxxxxxxxxxxxxx
To
SSR-Syariah@xxxxxxxxxxxxxxx, SSR-Klub@xxxxxxxxxxxxxxx, Adrial Siregar
<adrial_008@xxxxxxxxx>, Aan <oelil99@xxxxxxxxx>, Anna
<anna_f@xxxxxxxxxxxxx>, Dwi Anita <dwi.anita@xxxxxxxxxxxx>, Shenny
Andryanti <andryanti_2701@xxxxxxxxx>, Syahruddin Alung
<aloenk_83@xxxxxxxxx>, Willy Ardian <willy_ardian0504@xxxxxxxxx>, Benny
Dwinanto <benny_dwinanto@xxxxxxxxx>, Ika <b_os_qe@xxxxxxxxx>, Chandra
Siswanto <chandra_siswanto@xxxxxxxxx>, Michael <chelonk_top@xxxxxxxxx>,
Cakra Chandra <cakra09@xxxxxxxxx>, Duma Megaria Elizabeth
<duma0803@xxxxxxxxx>, Dwi Anita <dwi.anita@xxxxxxxxxxxx>, Melissa Darlene
<melissadarlene@xxxxxxxxx>, Neneng Komala Dewi <komalalaohu@xxxxxxxxx>
cc
Subject
[SSR-Klub] Fw: [MC-ers] OOT : Dikejar-kejar Polisi dari Blok M
----- Forwarded Message ----
From: Budi Supriadi <budisupriadi@xxxxxxxxx>
To: MC-ers@xxxxxxxxxxxxxxx
Sent: Thursday, June 19, 2008 9:57:01 AM
Subject: [MC-ers] OOT : Dikejar-kejar Polisi dari Blok M
saya dapat forward email dr tmen saya di JKT. Semoga hal ini bermanfaat)
Berikut isi email tsb…
Teman-teman, semalam Rabu 18 Juni 2008 pk 21.30 wib saya mengalami
kejadian yang semoga tidak akan pernah terjadi pada anda. Sepulang dari
kantor pk 21.00 wib saya memutuskan untuk mencari minum dan makanan kecil.
Karena kantor di SCBD, saya memutuskan pergi ke Blok M di area sekitar
gultik. Jalanan masih ramai dan seperti biasa, parkir padat. Mobil saya
parkir di depan Grand Mahakam atau tepatnya di depan money changer di
pojokan Barito-Mahakam.
Belum sempat saya turun karena harus mematikan ac mobil, cd, tiba-tiba
dating seorang laki-laki yang meminta saya memperbolehkan dia memeriksa
mobil saya. Saya segera teringat cerita adanya oknum petugas yang
meletakkan narkoba di dalam mobil kita dan kemudian memeras kita dengan
alasan menemukan barang bukti. Atas dasar hal tersebut, saya menolak
permintaan orang yang bersangkutan dan memutuskan turun dari mobil dan
segera mengunci pintu mobil. Di luar orang itu meminta KTP dan SIM saya
serta STNK. Sara agak resistant karena menurut saya, tujuannya nggak jelas
dan saya tidak melakukan pelanggaran apapun. Karenanya, saya berpikiran
bahwa orang ini adalah preman, dan sayapun siap untuk melawan karena saya
tahu pasti bahwa melakukan berbagai tindakan untuk membela diri adalah
dibenarkan oleh KUHP. Saat itu saya telah siap dengan pisau
lipat yang selalu saya bawa di kantong celana.
Saya memaksa orang itu untuk mengembalikan surat-surat saya, namun yang
bersangkutan menunjukkan pistolnya, dan meminta saya melihat surat ID yang
menunjukkn bahwa bersangkutan sebagai Polisi (tanpa pakaian dinas)dengan
menutup bagian nama dengan ibu jarinya. Terlepas dari Polisi atau bukan,
saya merasa saya akan berhadapa dengan orang bersenjata, dan akhirnya saya
tawarkan satu-satunya duit yang tersisa di dompet sebesar Rp 100 ribu.
Dengan gaya preman orang yang mengaku Polisi ini menyatakan berbagai pasal
yang menyatakan saya menyerang petugas, berbuat tidak sopan kepada petugas
dan tidak kooperatif terhdap petugas yang sedang
melakukan pemeriksaan. That's bullshit!
Sekali lagi saya berpikir kers bahwa tidak ada gunanya saya berdebat di
area itu, karena in fact ada beberapa tukang parkir yang melihat saya
bersitegang tapi tidak melakukan tindakan apapun. Saya pikir ini pasti
praktek premanisme. Akhirnya saya bilang, dan meminta yang bersangkutan
ikut saya ke ATM, saya akan beri dia uang sebesar yang dia minta. Saya
menuju ke jalan Malewai degan harapan ada beberapa ATM di sana, namun saya
tidak melihat ada satu polisi-pun yang biasanya berjaga di perempatan
Malawai malam itu. Akhirnya saya pikir, lebih baik membuang SIM dan KTP,
karena STNK mobil telah saya rebut, dan saya memacu mobil ke arah Senayan,
dengan tujuan mencari Polisi (di Bunderan Senayan) atau kalau tidak ada
Polisi saya akan masuk ke Tol.
Sayangnya di depan perematan Al-Azhar, lampu merah menyala dan tidak ada
space untuk menerobos. Dengan terpaksa saya berhenti dan yang
bersangkutan memberhentikan motornya di depan mobil sambil menodongkan
pistol ke arah saya. Banyak mobil di belakang saya, tapi tak satupun
bereaksi, dan yang bersangkutan meminta saya belok ke jalan gelap di
sebelah kiri. Sebenarnya ada pikiran untuk menabrak yang bersangkutan
beserta motornya, tapi saya berpikir bahwa hal tersebut akan berisiko,
mengingat saya tidak memiliki saksi dan saya bisa didakwa menyerang
petugas. Yang bersangkutan meminta saya menaiki motornya dan dia akan
membawa mobil saya, namun saya menolak dan saya ingat betul bahwa
surat-surat ID yang bersangkutan diletakkan di bawah jok motornya. Saya
berpikir, setidaknya kalau dipaksa menaikin motor, saya punya ID yang bisa
dijadikan alat bukti.
Akhirnya saya ikutin perintahnya untuk berhenti, dan yang bersangkutan
mengambil STNK saya kembali. Untuk kunci mobil masih saya bawa. Yang
bersangkutan memarkir motornya di depan mobil dan membuka pintu sebelah
kiri depan dengan harapan bahwa saya tidak bisa kabur atau maju. Saat yang
bersangkutan menelpon temannya, saya semakin merasa terancam. Dan saya
pikir, mobilmemang tidak bisa maju, tapi bisa mundur. Dan dengan posisi
dia berdiri di pintu, kalau mobil saya mundurkan, pintu akan menghajar dia
dan tomtis menutup, sehingga saya bisa kabur. Akhirnya scenario itu saya
jalankan, dan saya sempat mencoba menyerempet motornya untuk menghambat
jalan orang itu jika dia mengejar. Si preman terjauh
dan memukul kaca mobil (untung tidak pecah) dan saya kabur ke arah
Markas Besar di jalan di depan Kejaksaan Agung. Lampu merah saya terobos
dengan harapan saya bisa masuk ke Markas Besar, namun sayang jalan dan
pintu tertutup. Akhirnya saya putuskan memacu mobil ke
arah bunderan Senayan (patung Pizza Man), dan kembal saya menerobos
lampu merah kemudian memarkir mobil di pos polisi. Saya berteriak bahwa
saya dirampok orang bermotor yang motornya di belakang saya.
Ternyata si Preman berani dan juga ikut berhenti di area pos Polisi
bunderan Senayan dan dia menyatakan bahwa saya menyerang petugas. Saya
sampaikan kepada petugas bahwa sya tidak melakukan tindakan apapun. Saya
merasa terancm karena ada orang membawa pistol berusaha memeras saya dan
membawa KTP, SIM dan STNK, bahkan berniat mengambil mobil saya. Beberapa
menit kemudian, komandan Polisi yang melakukan patroli datang dan yang
bersangkutan meminta surat-surat saya kepada si oknum dan mengembalikan
kepada saya. Pak Komandan menyatakan bahwa orang itu dari kesatuan yang
berbeda, berpangkat sersan dua dari kepolisian Jakarta Selatan. Pak
Komandan juga sedang menghubungi atasannya. Pak Komandan meminta saya
segera pulang dan menyatakan kalau ada apa-apa silakan hubungi polisi dan
salah satu anak buahnya memberikan nomor hp-nya. Saya pikir, karena saya
tidak memiliki saksi (saya berusaha menguhubngi beberapa teman untuk aya
jadikan sebagai saksi tapi sayangnya nggak ada yang angkat panggilan hp
saya. Saat itu waktu menunjukkan Pk 23.18).
Karena saya pikir situasi saya juga sulit (tanpa saksi) dan secara
logika, melaporkan pelaku yang bukan Polisi kepada Polisi aja susah,
apalagi melaporkan oknum Polisi kepada Polisi, saya putuskan untuk
kembali pulang ke rumah. Satu hal yang saya sesalkan, saya memberikan
kartu nama saya kepada 2 orang Polisi karena yang bersangkutan meminta.
Buat teman-teman yang semalam sekitar Pk 21.30 - 23.00 melihat mobil
hitam ngebut menerobos lampu2 merah di area Blok M dan mungkin melihat ada
mobil hitam berhenti di depan Al Azhar dengan seorang berpistol
menodongkan senjata ke arah mobil, itu adalah saya.
Seharusnya Pihak Kepolisian yang membaca e-mail saya ini dapat menindak
petugas tersebut tanpa melalui prosedur laporan, dengan meminta keterangan
Polisi-polisi yang pada jam tersebut bertugas di Bunderan Senayan,
mengingat akan sangat berbahaya jika membiarkan seorang oknum berpangkat
Sersan Dua melakukan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan oleh
Petugas, mengancam, memeras seperti layaknya preman.
Buat teman-teman, saran saya kalau berkendaraan sendiri, sebaiknya
jangan berhenti di area-area yang rawan pemanisme. Cepat pulang, anak
istri menanti di rumah.
Thanks and Best Regards,
Heryadi Indrakusuma
PT ABN AMRO Manajemen Investasi | Compliance | +62-21 515-6356
------------------------------------
Jangan Ngomong MARKETING kalau belum baca MAJALAH MARKETING !!!Yahoo!
Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MC-ers/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/MC-ers/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:MC-ers-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
mailto:MC-ers-fullfeatured@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
MC-ers-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages | Files | Photos | Polls
______________________________________________
Ingin mendapatkan Artikel & Tanya Jawab Rutin
di email Anda tentang Perencanaan Keuangan?
Daftarkan diri Anda di Newsletter kami.
Kirimkan email kosong Anda ke alamat
SSR-InfodanArtikel-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
Kunjungi www.perencanakeuangan.com
______________________________________________
MARKETPLACE
Blockbuster is giving away a FREE trial of - Blockbuster Total Access.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format
to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
33
New Members
Visit Your Group
Search Ads
Get new customers.
List your web site
in Yahoo! Search.
Wellness Spot
on Yahoo! Groups
A resource for living
the Curves lifestyle.
Yahoo! Groups
Discover healthy
living groups and
live a full life.
.
__,_._,___