[ak93-feua] FW: Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ?

 

        -----Original Message----- 
        From: M. Adib 
        Sent: Fri 11/26/2004 1:32 PM 
        To: Miswan Nawawi; Yudi Priambodo; Iwan Rizali; Andrijanto; Budi 
Sulistyo 
        Cc: 
        Subject: FW: Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ?
        
        
         

                -----Original Message----- 
                From: Indria, Eny (ID - Jakarta) [mailto:eindria@xxxxxxxxxxxx] 
                Sent: Fri 11/26/2004 9:26 AM 
                To: Accounting Brawijaya (E-mail); Akuntansi UnBraw Milis 
(E-mail); Ana Hasijati (E-mail); Anang Sulihnyo - UnBraw (E-mail); Andry 
Prasmuko (E-mail); Antonius D. Riyanto - UnBraw (E-mail); Ardiono Utomo 
(E-mail); Arif Baharudin (E-mail); Arif Farhan - UnBraw (E-mail); Bagyo 
(E-mail); Baroya (E-mail); Bonita (E-mail); Dahlan Unbraw Dahlan (E-mail); 
Doddi (E-mail); Dodo Suharto (E-mail); Enny Lulu (E-mail); Evi (E-mail); Evi 
Malang (E-mail); Heru Suharto - UnBraw (E-mail); Indriati Nursamsu (E-mail); 
Juniarto - UnBraw (E-mail); Jupi Julita Dewi (E-mail); Kifni (E-mail); Lalu A. 
Yani (E-mail); Medianto - UnBraw (E-mail); Putu Sudarma - UnBraw (E-mail); 
Ratna Heliyanti - Garuda (E-mail); Ratna Heliyanti (E-mail); Regina Rowina 
(E-mail); Rochan Syamsul Hadi (E-mail); Sonny Nursal (E-mail); Suharmadi - 
UnBraw (E-mail); Susi Candrakirana (E-mail); Susi Genap B (E-mail); Susi Genap 
B-BI (E-mail); Tata Brawijaya (E-mail); Tatastone (E-mail); Umi (E-mail); 
Untung Prayitno (E-mail); Wahyu Priambodo - UnBraw (E-mail); Wahyu Sulistiyono 
- UnBraw (E-mail); Yoseph Refo - UnBraw (E-mail); Ashari-Semanida (E-mail); 
Bambang Harudi-Semanida (E-mail); Diah Antarisa Dewi-Semanida (E-mail); Didi 
Sulistyo-Semanida (E-mail); Gembong Budi Kartika (E-mail); Hery 
Tjahjana-Semanida (E-mail); Lulu Avantiono Hadhianto-Semanida (E-mail); M. 
Adib; Nuril Mustofa-Semanida (E-mail); Said Mohammad mas'ud-Semanida (E-mail); 
SMAN I Sda (E-mail); Takarini (E-mail); Wito - Semanida (E-mail 2); Wito - 
Semanida (E-mail); Yulierawati-Semanida (E-mail) 
                Cc: 
                Subject: FW: Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ?
                
                
                Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ? 
                 
                Seorang warga negara asing yang baru bertugas di Indonesia 
                sempat terheran-heran. Setiap dia parkir di basement kantornya 
                dia melihat sebuah ruangan yang di dalamnya ada orang-orang 
                sedang berdiri, ada yang duduk, ada yang sedang 
'berjajar-berbaris'. 
                Hal yang sama dia temukan juga di tempat parkir di banyak 
mall-mall 
                di Jakarta. 
                Karena penasaran dia bertanya pada temannya yang telah lama 
bertugas 
                di Indonesia. Dia sangat terkejut ketika tahu bahwa ruangan itu 
adalah 
                tempat ibadah (musholla). Dan orang-orang yang ada di dalam itu 
sedang 
                sholat. Dan dia lebih terkejut lagi ketika tahu bahwa tidak ada 
tempat sholat 
                di kantornya selain di basement tadi. 
                 
                Ketika rapat di kantornya, dia menyinggung masalah ini. Dia 
berkata, 
                bagaimana Anda bisa bekerja dengan baik untuk bertemu dengan 
klien kita, 
                jika untuk bertemu dengan Tuhan saja Anda tidak pernah 
memikirkan tempat 
                yang layak? Bukankah seharusnya tempat ibadah menjadi prioritas 
di kantor ini? 
                Mulai saat ini ruangan tempat kita rapat, kita jadikan tempat 
anda untuk bertemu 
                dengan Tuhan Anda! 
                 
                Ironis memang , kita yang mengaku negara berpenduduk muslim 
terbesar di 
                dunia tidak pernah memikirkan tempat sholat di kantor kita. 
Kita akan protes 
                keras kalau ruangan kita kecil, sempit dan kotor tapi kita 
tidak pernah 
                protes jika untuk sholat kita harus berada diruangan yang ala 
kadarnya 
                sekedar tempat disudut-sudut kantor yang sedikit kosong. Untuk 
berjamaah, 
                sujud dan rukuk saja sulit. 
                 
                Bukti nyata yang lain adalah hampir seluruh mushola di kantor 
pemerintah, 
                swasta, mal, terminal hanyalah tempat yang keberadaannya 
dipikirkan 
                belakangan. Bahkan banyak kantor yang tidak memiliki tempat 
sholat dengan 
                alasan tidak ada tempat lagi. Namun gudang-gudang, pantry dan 
(maaf) toilet 
                selalu mejadi prioritas utama. Jika kita berkesempatan 
jalan-jalan di mal, 
                terminal atau tempat umum lainnya cobalah cari musholla , 
99,999 % kalau 
                Anda temukan pasti ada di basement, dekat toilet umum dan di 
ruangan yang 
                untuk mencarinya perlu perjuangan!. 
                Dengan kondisi yang 'jorok' dan bau. 
                [ lm : di plaza senayan, jakarta tempat u sholat cukup lapang, 
bersih dan wangi] 
                 
                Lalu dengan enaknya dan cueknya kita berdoa agar rejeki yang 
kita dapat semoga 
                barokah dan manfaat? Padahal kita tidak pernah memikirkan 
tempat dimana barokah 
                dan manfaat itu akan dicurahkan oleh Allah? Ironis!. 
                Wallahua'lam 
                
_________________________________________________________________________ 
                (Mohon berkenan forward ke rekan-rekan lain.......terima kasih).

                -- 

                ___________________________________________________________
                Sign-up for Ads Free at Mail.com
                http://www.mail.com/?sr=signup

This message (including any attachments) contains confidential information 
intended for a specific individual and
purpose, and is protected by law.  If you are not the intended recipient, you 
should delete this message - any
disclosure, copying, or distribution of this message, or the taking of any 
action based on it, is strictly prohibited.

Other related posts: