[ak93-feua] FW: Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ?
- From: "Andrijanto" <Andrijanto@xxxxxxxxx>
- To: <ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx>, <faisal@xxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Tue, 30 Nov 2004 08:37:37 +0700
-----Original Message-----
From: M. Adib
Sent: Fri 11/26/2004 1:32 PM
To: Miswan Nawawi; Yudi Priambodo; Iwan Rizali; Andrijanto; Budi
Sulistyo
Cc:
Subject: FW: Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ?
-----Original Message-----
From: Indria, Eny (ID - Jakarta) [mailto:eindria@xxxxxxxxxxxx]
Sent: Fri 11/26/2004 9:26 AM
To: Accounting Brawijaya (E-mail); Akuntansi UnBraw Milis
(E-mail); Ana Hasijati (E-mail); Anang Sulihnyo - UnBraw (E-mail); Andry
Prasmuko (E-mail); Antonius D. Riyanto - UnBraw (E-mail); Ardiono Utomo
(E-mail); Arif Baharudin (E-mail); Arif Farhan - UnBraw (E-mail); Bagyo
(E-mail); Baroya (E-mail); Bonita (E-mail); Dahlan Unbraw Dahlan (E-mail);
Doddi (E-mail); Dodo Suharto (E-mail); Enny Lulu (E-mail); Evi (E-mail); Evi
Malang (E-mail); Heru Suharto - UnBraw (E-mail); Indriati Nursamsu (E-mail);
Juniarto - UnBraw (E-mail); Jupi Julita Dewi (E-mail); Kifni (E-mail); Lalu A.
Yani (E-mail); Medianto - UnBraw (E-mail); Putu Sudarma - UnBraw (E-mail);
Ratna Heliyanti - Garuda (E-mail); Ratna Heliyanti (E-mail); Regina Rowina
(E-mail); Rochan Syamsul Hadi (E-mail); Sonny Nursal (E-mail); Suharmadi -
UnBraw (E-mail); Susi Candrakirana (E-mail); Susi Genap B (E-mail); Susi Genap
B-BI (E-mail); Tata Brawijaya (E-mail); Tatastone (E-mail); Umi (E-mail);
Untung Prayitno (E-mail); Wahyu Priambodo - UnBraw (E-mail); Wahyu Sulistiyono
- UnBraw (E-mail); Yoseph Refo - UnBraw (E-mail); Ashari-Semanida (E-mail);
Bambang Harudi-Semanida (E-mail); Diah Antarisa Dewi-Semanida (E-mail); Didi
Sulistyo-Semanida (E-mail); Gembong Budi Kartika (E-mail); Hery
Tjahjana-Semanida (E-mail); Lulu Avantiono Hadhianto-Semanida (E-mail); M.
Adib; Nuril Mustofa-Semanida (E-mail); Said Mohammad mas'ud-Semanida (E-mail);
SMAN I Sda (E-mail); Takarini (E-mail); Wito - Semanida (E-mail 2); Wito -
Semanida (E-mail); Yulierawati-Semanida (E-mail)
Cc:
Subject: FW: Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ?
Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ?
Seorang warga negara asing yang baru bertugas di Indonesia
sempat terheran-heran. Setiap dia parkir di basement kantornya
dia melihat sebuah ruangan yang di dalamnya ada orang-orang
sedang berdiri, ada yang duduk, ada yang sedang
'berjajar-berbaris'.
Hal yang sama dia temukan juga di tempat parkir di banyak
mall-mall
di Jakarta.
Karena penasaran dia bertanya pada temannya yang telah lama
bertugas
di Indonesia. Dia sangat terkejut ketika tahu bahwa ruangan itu
adalah
tempat ibadah (musholla). Dan orang-orang yang ada di dalam itu
sedang
sholat. Dan dia lebih terkejut lagi ketika tahu bahwa tidak ada
tempat sholat
di kantornya selain di basement tadi.
Ketika rapat di kantornya, dia menyinggung masalah ini. Dia
berkata,
bagaimana Anda bisa bekerja dengan baik untuk bertemu dengan
klien kita,
jika untuk bertemu dengan Tuhan saja Anda tidak pernah
memikirkan tempat
yang layak? Bukankah seharusnya tempat ibadah menjadi prioritas
di kantor ini?
Mulai saat ini ruangan tempat kita rapat, kita jadikan tempat
anda untuk bertemu
dengan Tuhan Anda!
Ironis memang , kita yang mengaku negara berpenduduk muslim
terbesar di
dunia tidak pernah memikirkan tempat sholat di kantor kita.
Kita akan protes
keras kalau ruangan kita kecil, sempit dan kotor tapi kita
tidak pernah
protes jika untuk sholat kita harus berada diruangan yang ala
kadarnya
sekedar tempat disudut-sudut kantor yang sedikit kosong. Untuk
berjamaah,
sujud dan rukuk saja sulit.
Bukti nyata yang lain adalah hampir seluruh mushola di kantor
pemerintah,
swasta, mal, terminal hanyalah tempat yang keberadaannya
dipikirkan
belakangan. Bahkan banyak kantor yang tidak memiliki tempat
sholat dengan
alasan tidak ada tempat lagi. Namun gudang-gudang, pantry dan
(maaf) toilet
selalu mejadi prioritas utama. Jika kita berkesempatan
jalan-jalan di mal,
terminal atau tempat umum lainnya cobalah cari musholla ,
99,999 % kalau
Anda temukan pasti ada di basement, dekat toilet umum dan di
ruangan yang
untuk mencarinya perlu perjuangan!.
Dengan kondisi yang 'jorok' dan bau.
[ lm : di plaza senayan, jakarta tempat u sholat cukup lapang,
bersih dan wangi]
Lalu dengan enaknya dan cueknya kita berdoa agar rejeki yang
kita dapat semoga
barokah dan manfaat? Padahal kita tidak pernah memikirkan
tempat dimana barokah
dan manfaat itu akan dicurahkan oleh Allah? Ironis!.
Wallahua'lam
_________________________________________________________________________
(Mohon berkenan forward ke rekan-rekan lain.......terima kasih).
--
___________________________________________________________
Sign-up for Ads Free at Mail.com
http://www.mail.com/?sr=signup
This message (including any attachments) contains confidential information
intended for a specific individual and
purpose, and is protected by law. If you are not the intended recipient, you
should delete this message - any
disclosure, copying, or distribution of this message, or the taking of any
action based on it, is strictly prohibited.
Other related posts:
- » [ak93-feua] FW: Pernahkah terpikir ? atau seperti ini saja cukup ?