[ak93-feua] FW : CDMA VS GSM

Halo prends, ini bisa dibuat untuk bahan pertimbangan
bila selama ini sering merasa "kebobolan" anggaran
telepon. aku sendiri selama ini masih pake gsm
telkomsel n gak pernah mikir yang rumit2, gak tau
entar :)


-------------------
Pengantar :
Walaupun tulisan yang dikirim sdr. Yohanes dibawah
cukup provokatif, 
namun saya masih melihat aspek postif yang bisa
dibahas dengan kepala dingin.
Karena secara esensi sebenarnya isinya cuma
perbandingan biaya saja.
Beberapa nama operator memang disebut, tetapi tidak
dalam kapasitas untuk advertorial, hanya sebagai
gambaran atau latar belakang saja. Lagi pula
operator GSM dan CDMA di Indonesia toh itu-itu
juga......... so dengan
pertimbangan itu saya loloskan tulisan dibawah ini.
Happy reading.

Oka Widana


----- Forwarded by IGN Oka Widana/JKT/BankPermata/ID
on 24/11/2004 
12:38
-----

FROM: yohansx28@xxxxxxxxx
DATE: Wed, 24 Nov 2004 04:23:59 -0000
SUBJECT: Fwd:  Re: [Binusgroup_2003] UPDATE -
2004.11.22 - PUNCAK
REFRESHING COURSE

Tak terasa sudah sekitar 10 tahun sistem handphone GSM
menjajah bumi pertiwi. Tak terasa pula sudah 10 tahun
pula
kantung rakyat indonesia dikuras oleh tarif pulsa GSM
yg
sangat mahal.

Selama ini, untuk berkomunikasi dengan handphone,
bangsa
Indonesia diharuskan membayar tarif pulsa yg mencapai
8X
hingga 20X lebih mahal drpd tarif telpon lokal.
Padahal

Tak terasa sudah sekitar 10 tahun sistem handphone GSM
menjajah bumi
pertiwi. Tak terasa pula sudah 10 tahun pula kantung
rakyat indonesia
dikuras oleh tarif pulsa GSM yg sangat mahal.

Selama ini, untuk berkomunikasi dengan handphone,
bangsa Indonesia
diharuskan membayar tarif pulsa yg mencapai 8X hingga
20X lebih mahal
drpd tarif telpon lokal. Padahal orang yg dihubungi
masih berada di
kota yg sama.

Dengan tarif yg selangit itu, apa bedanya operator GSM
dengan bangsa
penjajah yg dahulu kala juga menguras harta rakyat
indonesia secara
brutal & serakah??

Untunglah Tuhan selalu memberikan pertolongan bagi
bangsa Indonesia
yg malang ini. Belum lama ini telah hadir sistem
handphone CDMA yg
memungkinkan kita berkomunikasi menggunakan handphone
dengan tarif
lokal ala telpon rumah.

Rakyat Indonesia telah dirampok sebesar Rp. 250
trilyun

Dengan tarif CDMA cuma berkisar Rp150-Rp.300/menit
anda dapat
bercakap-cakap bebas menggunakan handphone.
Operator CDMA StarOne bahkan cuma mematok tarif
Rp.87/menit saja.
Bandingkan dgn tarif telpon rumah lokal yg
Rp.190/menit atau dengan
tarif pulsa GSM yg mencapai Rp.800 - Rp.1800/menit.

Ini berarti secara umum, tarif CDMA cuma berkisar 1/6
tarif GSM. Atau
dengan kata lain cuma sekitar 20% dari tarif GSM
(hemat 80%)
Jadi bila selama ini tiap bulannya anda menghabiskan
pulsa GSM
sebesar Rp.100 ribu, berarti sebenarnya tiap bulannya
anda telah
dirampok oleh operator GSM sebesar Rp.80 ribu (80%).
Ini berarti
selama 10 tahun operator GSM menjajah bumi Indonesia,
anda telah
dirampok sekitar Rp.10 juta rupiah (Rp.80ribu/bulan x
10 tahun).

Menurut data APSI (Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia),
jumlah pemakai
handphone GSM di seluruh Indonesia berkisar lebih dari
25 juta orang
(10% lebih dari jumlah penduduk Indonesia).
Jadi bila rata-rata pemakaian pulsa pengguna handphone
GSM di
Indonesia adalah Rp.100ribu/bulan, maka selama 10
tahun harta bangsa
indonesia yg telah dirampas para operator GSM adalah
sekitar Rp. 250
trilyun rupiah ( 25 juta x Rp.10 juta) !!.

Ini adalah jumlah yg bahkan lebih besar dari harta
bangsa Indonesia
yg telah dirampas kaum penjajah Belanda selama ratusan
tahun.
Angka Rp.250 trilyun tsb bukan omong kosong, sebab
ketua ATSI
(Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia), Johnny
Swandi Sjam, di
sela-sela pembukaan ''Indonesia Cellular Show 2004''
di JHCC Jakarta,
21-25 Juli 2004 bahkan berkata ''Pendapatan per tahun
tak kurang dari
Rp 25 triliun dari bisnis ponsel GSM"

Jadi jelas bahwa secara tanpa disadari rakyat
Indonesia tiap tahunnya
digerogoti oleh para operator GSM sebesar Rp. 25
trilyun.
Konyolnya, di saat bangsa Indonesia mengalami krisis
moneter dan
terjadi kerusuhan, yg dijarah selalu toko-toko yg
notabene milik
rakyat biasa yg mencari sesuap nasi dgn berdagang.
Sedangkan harta
rampasan milik "sang penjajah" sebesar Rp.250 trilyun
sama sekali tak
dijarah. Ironis bukan??
Padahal kalau mau jujur, harta senilai Rp.250 trilyun
yg berupa
gedung megah operator GSM dan segala prasarana di
dalamnya itu
dibangun dengan uang yg telah dirampas dari rakyat
Indonesia selama
kurun waktu 10 tahun. Andaikan itu dijarah oleh rakyat
yg kelaparan,
itu sah-sah saja.
Namun penjarahan tentu saja bukanlah tindakan yg baik
& beradab.
Dalam kondisi negara kita yg sedang tenang ini, lebih
baik kita
relakan dulu harta Rp.250 trilyun milik kita yg
dikuasai para
penguasa GSM.
Namun untuk membalas kekejian yg telah mereka lakukan
selama 10 tahun
ini, kita bisa melakukannya dengan mulai berhenti
menggunakan
handphone GSM mulai detik ini, dan beralih menggunakan
handphone
CDMA. Sebab selama bangsa kita masih menggunakan
handphone GSM,
berarti kita membiarkan diri kita dijajah & harta kita
dikuras secara
brutal oleh para operator GSM.
GSM versi murah: Kartu As & Si Jempol = isapan jempol
belaka
Akhir -akhir ini beberapa operator GSM terlihat agak
panik dengan
murahnya tarif CDMA.
Mereka kalang kabut setelah ketahuan bahwa selama ini
mereka telah
meraup laba secara brutal
Oleh karena itu untuk menutupi dosa-dosanya, Telkomsel
mengeluarkan
Kartu As dan Pro XL mengeluarkan Kartu jempol, yg tak
lain merupakan
kartu GSM dengan tarif pulsanya yg sebenarnya "agak
lebih murah"
sedikit saja.
Sebenarnya, kartu GSM versi murah seperti As dan
jempol hanyalah
untuk konsumsi orang tolol yg gampang tergoda dengan
murahnya harga
voucher, tapi tidak sadar bahwa tarif pulsa GSM tetap
saja masih jauh
lebih mahal drpd CDMA.
Jadi yg murah hanyalah harga vouchernya saja (ada yg
cuma berisi
pulsa Rp. 5 ribu), sedangkan tarifnya hanya lebih
murah sedikit alias
masih jauh lebih mahal dibanding tarif CDMA.
Dengan tarif GSM yg mahal dan voucher semurah itu,
bisa-bisa sekali
kring langsung habis. Makanya tidak salah bisa kartu
semacam tersebut
hanya cocok buat orang tolol.
Selain itu kartu GSM versi murah seperti As dan Jempol
memilki banyak
keterbatasan, yaitu tidak bisa dipakai untuk MMS dan
koneksi GPRS.
Bandingkan dengan kartu CDMA yg pulsanya murah meriah
tapi menawarkan
berbagai feature canggih seperti CDMA internet access
153Kbps.
Saatnya beralih ke sistem CDMA
Untuk beralih ke sistem CDMA, yg anda perlukan yaitu:
- Kartu perdana operator CDMA (SIM Card Pra/Pasca
bayar)
- Handphone CDMA
Secara fisik, kartu perdana CDMA juga berupa SIM Card
seperti kartu
perdana GSM (telkomsel, proxl, mentari,dsb).
Namun SIM Card CDMA itu hanya bisa digunakan di
handphone khusus CDMA
saja.
Ada beberapa macam Kartu perdana (SIM Card) jenis
CDMA, yaitu :
Telkom Flexi
Flexi dikeluarkan oleh Telkom. Sebenarnya Flexi ini
merupakan
pengembangan lanjut dari sistem C-Phone yg lahir
pertama kalinya di
Surabaya (dikembangkan oleh Telkom Divre 5).
Surabaya adakah kota kelahiran sistem CDMA pertama yg
berbasis telpon
lokal, atau dikenal juga dengan istilah "Fixed
Wireless".
Setelah sukses di Surabaya, Flexi kemudian muncul di
berbagai kota
lainnya seperti Jakarta, Bandung, Semarang dsb.
Karena berbasis telpon lokal maka pulsanya murah ala
telpon rumah.
Anda bisa menggunakan Flexi untuk menelpon kemanapun,
ke handphone
ataupun ke luar negri sekalipun (SLI). Namun bila anda
keluar kota,
nomer flexi anda tak bisa digunakan (anda harus
membeli nomer flexi
yg khusus untuk kota yg anda kunjungi).
Untuk askes internet 153Kbps dengan Telkomnet@Flexi
hanya bisa
dilakukan menggunakan Flexi Pascabayar saja dengan
tarif Rp. 5,5 /
KB.
Sedangkan untuk pengguna Flexi Prabayar hanya bisa
menggunakan
Telkomnet@Instan yg lamban dan tarifnya dihitung
berdasar durasi
koneksi.
Kartu perdana Flexi tersedia dalam bentuk Prabayar
(Trendy) dan pasca
bayar (Classy).
Flexy Pascabayar juga tersedia dalam jenis 3-in One (1
SIM Card
bersisi 3 nomor kota yg berbeda) sehinga ketika anda
berpidah kota
SIM card yg sama tetap dapat digunakan)
Flexi juga melakukan promosi-promosi dengan cara
menjual perdana &
vouceher dengan harga lebih rendah dari nilai
pulsanya. Misalnya
Voucher seharga 50ribu berisi pulsa senilai 65ribu,
dan kartu perdana
seharga 35 ribu berisi pulsa 50 ribu.
Selain itu khusus untuk Flexi Pascabayar (Classy)
berlaku "All You
Can Call", yaitu dengan hanya Rp.50 ribu / bulan anda
bebas sepuasnya
menelpon ke sesama Flexy / telpon rumah.
Format nomor Flexi seperti nomor telpon rumah. Contoh
nomor telpon
Flexi Surabaya: (031) 7020 7050
Keunggulan utama Flexi prabayar adalah bicara
sepuasnya ke telpon
rumah atau ke sesama Flexy dengan membayar biaya
Rp.50.000/bulan.

Indosat StarOne
Sama seperti Flexi, StarOne juga berbasis telpon
lokal. Bedanya pulsa
StarOne lebih murah.
Tak dapat dipungkiri bahwa Telkom merupakan musuh
bebuyutan Indosat.
Semenjak kegagalan Indosat untuk mematahkan monopoli
Telkom di
jaringan kabel telpon lokal, Indosat berupaya
menghajar Telkom dengan
menggunakan jaringan wireless StarOne yg tarifnya
sangat murah.
Bahkan untuk jenis Prabayar tarifnya cuma 1/3 telpon
rumah (cuma
Rp.87 per menit). Dengan tarif yg murah ini Indosat
berharap semua
pelanggan telpon rumah Telkom berhenti berlangganan
dan beralih ke
StarOne yg selain murah juga bisa dibawa jalan-jalan.
Semenjak kemunculan StarOne, sudah cukup banyak orang
yg menon-
aktifkan telpon rumahnya. Beberapa orang bahkan ada yg
sengaja
menunggak tagihan Telkom dan membiarkan telpon
rumahnya dicabut oleh
Telkom.
Indosat memang mengharapkan hal seperti diatas
terjadi, dan lama
kelamaan semua orang beralih ke StarOne Prabayar/
StarOne (abonemen)
yg tarif pulsanya bahkan cuma 85/menit (setengah
telpon rumah).
StarOne juga bisa menggunakan layanan SLJJ Indosat yg
tarifnya juga
jauh lebih murah drpd SLJJ Telkom. Nomer SLJJ Indosat
tersebut yaitu
011.
Kartu perdana StarOne tersedia dalam bentuk Prabayar
dan Pascabayar.
Nantinya nomor Prabayar juga dapat dijadikan
Pascabayar (migrasi).
Khusus untuk pelanggan Pascabayar tersedia layanan
akses internet
sepuasnya dgn tarif cuma Rp.200 ribu/bulan. Indosat
berharap layanan
ini akan mematikan bisnis internet Telkomnet.
Para pengguna StarOne Prabayar / Pasca bayar, juga
tetap dapat
menggunakan akses internet 153Kbps dengan dengan tarif
Rp. 5 / KB.
Bila anda sering browsing ataupun download file
berukuran besar,
sebaiknya gunakan StarOne Pascabayar dan mendaftar
akses internet
tanpa batas dengan hanya Rp.200 ribu / bulan.
Cukup disayangkan bahwa StarOne hanya mendukung RUIM
saja dan belum
mendukung sistem Inject, padahal kebanyakan PDA Phone
CDMA yg cangih
(seperti Audiox Thera dan Samsung i700) menggunakan
sistem inject.
Namun kabarnya akhir tahun ini StarOne juga akan
mendukung inject.
Dalam hal kualitas suara, StarOne lebih unggul
dibanding Flexi.
Selain itu pada StarOne juga sangat jarang terjadi
hubungan yg putus
ataupun "call drop" yg kerap menimpa pengguna Flexi.
Namun karena gencarnya promosi Flexi, maka jumlah
pemakai Flexi masih
lebih banyak dibanding StarOne.
Cita-cita Indosat adalah mengalahkan Telkom. Indosat
membuat layanan
yg lebih baik & lebih murah drpd Telkom. Jadi bagi
orang yg membenci
Telkom dan merasa dendam karena selalu dirampok oleh
Telkom dengan
tagihan telpon lokal yg tak pernah ada perinciannya,
maka mereka
sebaiknya menggunakan StarOne sambil berharap dominasi
Telkom hancur.
Menghadapi ini Telkom tentu tak tinggal diam, demi
upaya menjegal
Indosat di masa-masa awal peluncuran StarOne, Telkom
melakukan cara
licik dengan membuat agar nomer StarOne tak bisa
dihubungi dari
telpon umum koin. Selain itu beberapa nomer telpon
rumah tertentu
juga diatur agar tidak bisa menghubungi StarOne. Namun
kini StarOne
sudah dapat dihubungi dari telpon rumah mana saja
Upaya boikot semacam ini mampu dilakukan Telkom karena
saat ini
jaringan telpon rumah memang masih di-monopoli Telkom.
Namun bila
cita-cita Indosat untuk membangun jaringan telpon yg
lebih murah
terwujud (bila StarOne didukung rakyat), maka Telkom
nantinya tak
akan bisa bertindak banyak.
Untuk meningkatkan jumlah pelanggan StarOne
pascabayar, maka khusus
hari Minggu para pelanggan StarOne pascabayar boleh
menelpon gratis
sepuasnya.
Cara ini mirip seperti yg dilakukan operator CDMA di
Amerika.
Tepatnya di California, pengguna handphone CDMA boleh
menelpon gratis
sepuasnya selama hari Sabtu & Minggu
Format nomor StarOne seperti nomor telpon rumah.
Contoh nomor telpon
StarOne Surabaya: (031) 6020 6050
Keunggulan utama StarOne prabayar adalah adanya
pembulatan 30 detik
untuk semua panggilan. Jadi sangat hemat karena
pembulatan
hitungannya bukan per menit. Selain itu panggilan
daeri StarOne ke
nomer GSM group Indosat (Matrix, mentari, IM3) lebih
murah drpd ke
GSM operator lain (Telkomsel, ProXL).
StarOne juga memiliki jaringan SLJJ khusus yg tarifnya
cuma
Rp.900/menit (pascabayar) & Rp.1000/menit (prabayar)
ke kota manapun.
Lebih murah drpd tarif SLJJ Telkom

Mobile-8 Fren
Operator CDMA yg satu ini adalah perusahaan milik anak
penguasa rezim
Orde Baru, yaitu Bambang Triatmojo (pemilik RCTI,
Group Bimantara,
Dealer Hyundai, Ford, Kia, dll).
Bahkan kabarnya Tommy Soeharto dan jendral-jendral tua
era OrBa juga
ikut memiliki saham Mobile-8.
Dengan berbekal kharisma mantan presiden Soeharto
beserta sederet
pejabat negara sebagai direkturnya (salah satunya Agum
Gumelar), maka
Mobile-8 mampu menjadi satu-satunya operator CDMA yg
memiliki hak
monopoli untuk kemampuan roaming (coverage area
nasional).
Jadi jelas Fren memiliki keunggulan yg tak dimiliki
pesaingnya, yaitu
bisa dibawa-bawa ke luar kota. Meski demikian tarif
operator "Cendana" ini agak sedikit lebih mahal
dibanding Flexi dan
Starone.
Sama seperti Flexi, Fren juga melakukan promosi dengan
mengumbar
pulsa. Dengan membeli voucher 50ribu anda akan
mendapat pulsa senilai
65 ribu. Sedangkan pulsa senilai 140 ribu bisa dibeli
dgn harga 100
ribu.
Keunggulan Fren adalah tarif flat Rp.400 ke sesama
Fren di kota
manapun ! Jadi bila anda memiliki rekan di luar kota
yg memakai Fren,
lebih baik telpon menggunakan Fren karena anda tidak
akan kena tarif
interlokal.
Namun konyolnya, nomor Flexi dan Starone dianggap oleh
Fren sebagai
nomer handphone GSM, sehingga bila anda menelpon ke
Flexi/Starone
berlaku tarif Rp.800/menit.
Format nomor Fren mirip seperti nomor handphone GSM .
Contoh nomor
telpon Fren: 0888 301 0 301

Keunggulan utama Fren adalah tarif flat Rp.400/menit
ke sesama Fren
di kota manapun.
Namun anehnya tarif panggilan ke nomer Flexi dan
StarOne dihitung
sama seperti handphone GSM.
Memilih operator CDMA yg tepat untuk anda
Flexi dan StarOne memang tarifnya murah ala telpon
rumah. Tapi bagi
yg sering bepergian keluar kota, anda jelas masih
membutuhkan
handphone GSM karena Flexi & Starone hanya bisa aktif
di kota asal
anda.
Jadi bagi yg merasa muak dgn tarif mahal GSM tapi
sering keluar kota,
Fren merupakan satu-satunya pilihan yg tepat karena
Fren mempunyai
area coverage nasional dan bebas roaming. Sehingga
dengan berbekal
Fren anda dapat membuang handphone GSM anda.
Bagi yg ngotot ingin pulsa murah tapi sering bepergian
keluar kota,
maka Flexi 3-in-1 bisa jadi pilihan. Tapi ini berarti
anda harus
menggunakan Flexi jenis Pascabayar. Bila anda tidak
memperrmasalahkan "ketidak jujuran" Telkom dalam soal
tagihan, maka
Flexi Pascabayar 3-in-1 bisa anda pilih.
Bagi yg mengutamakan tarif murah dan kualitas yg bagus
untuk area
dalam kota, pilihan yg tepat adalah StarOne.
Saya pribadi kurang menyarankan Flexi karena selain
sering putus dan
terjadi call drop, tarif Flexi juga masih lebih mahal
drpd Starone.
Flexi Pascabayar 3-in-1 juga bukan merupakan solusi yg
jitu bagi yg
suka bepergian ke luar kota.
Bila pergi ke luar kota, lebih baik kita membeli nomor
Prabayar baru
di kota tujuan, apalagi harga kartu perdana juga
murah.
Selain itu pada Telkom Flexi, akses internet CDMA
153Kbps hanya bisa
digunakan pada Flexi jenis Pascabayar saja.
Sedangkan pengguna Flexi Prabayar hanya bisa mengguna
Telkomnet@Instan yg lambat dan mahal.
Inilah yg membuat Flexi semakin kurang menarik
dibanding StarOne.
 Dalam hal koneksi internet, StarOne bahkan lebih
unggul dengan adanya
tarif akses internet tanpa batas dgn biaya Rp.200
ribu/bulan. Bila
anda jarang menggunakan internet anda tetap bisa
menggunakan akses
internet CDMA 153Kbps dengan kartu Prabayar maupun
Pascabayar (tarif
Rp.5/KB).
Untuk StarOne pascabayar, tarif pulsanya juga paling
murah, yaitu Rp.
87/detik !
Ini berarti cuma sepertiga tarif Flexi Prabayar (Rp.
250./menit).
Bahkan tarif telpon rumah saja masih lebih mahal,
yaitu Rp.
190/menit.
Untuk yg menyukai jenis Prabayar, Starone juga paling
tepat dipilih
karena selain pulsa per menitnya lebih murah drpd
Flexy Trendy, tarif
pulsa StarOne prabayar juga dihitung per 30 detik.
Berikut ini perbandingan tarif Flexy, StarOne dan Fren
(prabayar).....

Dari tabel diatas jelas terlihat bahwa untuk jenis
prabayar StarOne
paling unggul
Bagi anda yg ingin membuang handphone GSM anda,
pilihan yg tepat
sebagai pengganti GSM adalah Fren. Sebab Mobile-8 Fren
adalah satu-
satunya operator CDMA yg memiliki kemampuan roaming
nasional.
Sehingga ketika diluar kota anda masih bisa dikontak
relasi anda.
Sedangkan bagi yg ingin merasakan hematnya tarif CDMA
tapi masih
ingin mempertahankan handphone GSM, sebaiknya gunakan
StarOne.
Berdasar pengalaman pribadi & pengamatan, bila anda
memiliki nomor
CDMA (Flexi/StarOne), maka handphone GSM anda dijamin
akan sangat
jarang berdering.
Karena begitu relasi anda tahu bahwa anda punya nomor
Flexi/StarOne,
maka mereka pasti enggan menelpon ke nomor handphone
GSM anda.
Terkadang mereka bahkan lebih baik menelpon ke nomor
CDMA drpd
mengirim SMS ke handphone GSM anda,  sebab tarif SMS
ke handphone GSM
(Rp.300) masih lebih mahal dibanding menelpon langsung
ke
StarOne/Flexi (Rp 240-260 /menit).
Bila rekan anda juga punya nomor CDMA, maka tarif SMS
sesama
handphone CDMA bahkan cuma Rp.100.

Koneksi internet 153Kbps menggunakan handphone CDMA
Semua handphone CDMA Nokia sudah mendukung high speed
internet CDMA
1X RTT 153Kbps. Atau dengan lain 3X lebih cepat
dibanding koneksi
internet biasa dgn menggunakan modem 56k, maupun GPRS.
Dengan kecepatan 153Kbps berarti anda dapat
mendownload file dengan
kecepatan maximal sekitar 19 KB/detik.
Semasa promosi internet CDMA gratis dimana banyak
orang menggunakan
internet, saya masih bisa mendowload file dengan
kecepatan 10KB/detik
menggunakan StarOne. Sejelek-jeleknya koneksi internet
CDMA, tetap
masih lebih cepat dibanding koneski dial-up telpon
rumah (56Kbps) yg
baling banter cuma 6 KB/detik.
Untuk menggunakan handphone CDMA Nokia sebagai modem
untuk mengakses
internet, yg perlu anda lakukan adalah
menghubungkannya ke komputer
menggunakan kabel data seperti Nokia DKU-5 atau Mobile
Action 8620E
(USB) yg harganya berkisar 200 ribu. Setelah itu pada
komputer anda,
cukup di-install driver kabel data & driver modem
Nokia.
Perbedaan Frekuensi CDMA 800MHz dan 1900MHz
Sistem CDMA terbagi dalam 2 jenis frekuensi, yaitu
800MHz dan 1900MHz.
Semua operator CDMA (Flexi, StarOne, Fren) yg
beroperasi di Jawa
Timur (Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang) menggunakan
frekuensi
800MHz.
Sedangkan operator Flexi & StarOne yg beroperasi di
wilayah Jabotabek
menggunakan frekuensi 1900MHz (Fren tetap 800MHz).
Banyak orang berpikir bahwa frekuensi 1900MHz lebih
bagus, makanya
untuk Jakarta digunakan frekuensi tsb. Padahal itu
adalah pemikiran
yg SALAH BESAR.
Secara teknis, frekuensi 800Mhz justru memiliki
kekuatan sinyal yg
lebih baik untuk menembus tembok-tembok bangunan.
Makanya operator
CDMA terbesar & terbaik di Amerika yaitu Verizon  juga
menggunakan
frekuensi 800MHz.
Karena perbedaan frekuensi tsb, maka kualitas sinyal
operator CDMA
(Flexi & StarOne) untuk wilayah Surabaya (800Mhz) jauh
lebih baik
drpd Jakarta (1900MHz).
Selain itu keunggulan operator yg menggunakan
frekuensi 800Mhz adalah
pelanggannya bisa menggunakan semua handphone CDMA
tipe apapun
(sekalipun yg harganya cuma 350 ribuan). Sedangkan
untuk operator
CDMA yg menggunakan frekuensi 1900MHz, pelanggannya
hanya bisa
menggunakan handphone tipe dual-band saja (lebih
mahal).
Jadi jelas penggunaan frekuensi 1900Mhz tidak
memberikan manfaat sama
sekali.
Surabaya sebagai tempat lahirnya sistem CDMA di
Indonesia,
mendapatkan keuntungan dgn digunakannya frekuensi
800Mhz oleh seluruh
operator di wilayah Jawa Timur.
Sedangkan Jakarta yg notabene adalah ibukota, justru
di-anak-tirikan
dalam hal kualitas sinyal CDMA.
Mengingat frekuensi 1900MHz tidak memiliki keunggulan,
tentu cukup
aneh kenapa di Jakarta justru diterapkan frekuensi yg
sinyalnya lebih
lemah ini. Konon keputusan tsb disebabkan karena
"alasan politis",
yaitu agar kualitas sinyal CDMA di Jakarta tidak akan
sebaik GSM,
sehingga tidak mengancam pangsa pasar para operator
GSM.
Sedangkan Fren diperbolehkan beroperasi pada frekuensi
800MHz di
Jakarta, karena Fren tarifnya lebih mahal dprd Flexi &
StarOne, jadi
tidak dianggap terlalu membahayakan oleh para operator
GSM.
Disinilah taktik curang operator GSM di ibukota.
Sedangkan di Surabaya, yg notabene kota pahlawan, para
operator GSM
tak berdaya melawan kehebatan para pahlawan CDMA yg
menggunakan di
frekuensi 800MHz.
Digunakannya frekuensi 1900Mhz oleh operator StarOne
dan Flexi yg
beroperasi di wilayah Jakarta, tentu menyebabkan
kualitas sinyal yg
tidak sebaik di Surabaya. Apalagi Jakarta cukup banyak
gedung-gedung
tinggi.
Hal inilah yg kadang membuat orang mengira bahwa
kekuatan sinyal CDMA
lebih buruk dibanding GSM.
Padahal dalam kenyataanya, secara teknis CDMA memiliki
2 keunggulan
utama dibanding GSM, yaitu:
1. Spektrum sinyal CDMA lebih efisien sehingga setiap
pemancar mampu
menghandle lebih banyak panggilan secara bersamaan.
2. Semenjak awal, CDMA sudah dirancang untuk transfer
data kecepatan
tinggi.
3. Kompatibel dengan teknologi ke depan dan
kebelakang, sehingga
upgrade sistem CDMA di sisi operator tidak
mengharuskan upgrade
handphone para pelanggannya.
Keunggulan pada point 1 diatas terlihat sewaktu
StarOne membebaskan
tarif telpon ke sesama StarOne selama 2 minggu. Selama
periode gratis
24jam x 14 hari itu, kualitas panggilan & penerimaan
StarOne masih
tetap baik. Tidak parah seperti ketika ProXL
membebaskan tarif telpon
tengah malam yg justru menimbulkan banyak komplain
karena tidak bisa
dipakai untuk menelpon.
Hanya karena membebaskan tarif telpon tengah malam
saja ProXL sudah
kacau balau seperti itu, apalagi kalau dibebaskan
selama 24jam penuh,
pasti operator GSM tersebut bisa-bisa luluh lantak.
Dari sini jelas terlihat keunggulan sistem CDMA
dibanding GSM.
Berbagai keunggulan teknis & non-teknis dari CDMA akan
dibahas lebih
lanjut di bawah ini.

Mampukah CDMA menggusur GSM?
Memang tentu butuh waktu bagi CDMA untuk menggeser GSM
dari
Indonesia, terutama mengingat adanya faktor-faktor
psikologis sbb:
- Cukup banyak orang yg pemikirannya masih
konservatif, alias
malas/ragu terhadap sesuatu yg baru.
- Ada orang yg menanggap tarif GSM sebesar
Rp.1800/menit masih sangat
murah, karena mungkin mereka dapat duit dari langit.
- Di negara Indonesia lebih banyak orang bodoh
dibanding orang pintar
Ketidakmampuan beberapa operator CDMA utk roaming
memang juga menjadi
suatu alasan, tapi bagi
yg jarang ke luar kota harusnya tidak ada alasan untuk
masih ngotot
bertahan dgn handphone GSM.
Sebenarnya persentase orang yg sering berpergian
keluar kota hanya
sedikit.
Jadi potensi handphone CDMA untuk mengalahkan GSM juga
besar.
Sebagai contoh:
Di dalam suatu perusahaan, karyawan yg tugasnya sering
ke luar kota
paling-paling hanya beberapa orang saja (misal: sales
luar kota &
level manajer ke atas). Sedangkan sebagian besar
karyawan yg lain
justru lebih banyak yg sifatnya statis di dalam kota
(misal: bagian
akunting, produksi, personalia, logistik, purchasing,
operasional,
sales dalam kota, dll).
Bagi orang-orang yg jarang keluar kota seperti itu
jelas tidak ada
alasan untuk masih ngotot bertahan memakai handphone
GSM.
Ibu rumah tangga, mahasiswa, dan pelajar juga
merupakan kalangan yg
sangat jarang keluar kota.
Orang-orang seperti itu tentunya salah besar bila
menggunakan
handphone GSM. Apalagi kalau masih pelajar, tentu
sangat kasihan
kalau duitnya terkuras habis oleh tarif pulsa GSM yg
mahal.
Handphone CDMA juga berpotensi menggeser telpon rumah,
sebab
bagaimanapun juga implementasi jaringan wireless akan
lebih murah &
lebih praktis drpd jaringan kabel, baik dari segi
pemasangan maupun
perawatannya.
Telkom sendiri akhir-akhir ini mulai mempersulit
prosedur pemasangan
baru untuk telpon rumah, dgn harapan agar orang lebih
baik memakai
Telkom Flexi saja.
Sebab bila Telkom tidak melakukan tindakan tersebut,
maka justru
Indosat yg akan merebut peluang tsb. Indosat sudah
menetapkan tarif
pulsa StarOne (pascabayar) yg cuma Rp.87/menit alias
cuma setengah
dari tarif pulsa telpon rumah, bahkan StarOne juga
telah memiliki
jaringan wireless SLJJ sendiri (011) yg biayanya cuma
Rp.900/menit ke
kota mana saja.
Semurah-murahnya tarif GSM (contoh Lippotel, Jempol,
As), tetap tidak
akan bisa semurah tarif CDMA. Dan lagi tarif GSM yg
murah akan
memiliki berbagai macam keterbatasan (dalam hal akses
internet
misalnya).
Asal tahu saja, tarif pulsa CDMA termurah adalah Rp.87
per menit, dan
itupun dilengkapi dgn
akses internet 153Kbps sepuasnya dgn biaya flatrate
cuma Rp.200
ribu/bulan. Adakah operator GSM
yg berani melakukan itu???? Kalaupun berani/nekat,
secara teknologi
tetap tidak memungkinkan.
Dalam hal teknologi, GSM juga saat ini tertinggal
dibanding CDMA200
1X. Contoh paling gampang
adalah koneksi internet CDMA yg mencapai 153Kbps.
Sednagakan GSM GPRS
biasanya cuma berada di kisaran 40 Kbps - 64Kbps saja.
Itu belum apa-apa, sebab sistem CDMA200 1X mampu
ditingkatakan
menjadi 304Kbps tanpa memerlukan penggantian hardware
di sisi
provider & pelanggan.
Sedangkan EDGE memerlukan penggantian hardware disisi
provider dan
penggantian handphone pula.
Padahal kecepatan EDGE tidak ada apa-apanya dibanding
CDMA2000 1X yg
kecepatannya bisa dikembangkan mulai dari 304Kbps
hingga mencapai
4.8Mbps !!!!
Pengembangan CDMA di sisi provider juga lebih murah
dibanding GSM
(makanya itu pula yg membuat
tarif CDMA murah, karena investasinya juga murah)
Sistem CDMA2000 1X pada dasarnya dapat
diimplementasikan dengan
menggunakan perangkat CDMA generasi lama sekalipun
(tanpa perlu
penggantian hardware). Oleh karena itu secara
investasi lebih murah.
Kemudahan upgrade itulah yg membuat Amerika memandang
sistem CDMA ini
lebih berpotensi di masa depannya dibanding GSM.
Bahkan Microsoft ikut mendukung langsung implementasi
teknologi CDMA
pada mobile device.
Berikut ini tahap pengembangan CDMA2000 1X:
- CDMA 1X = 153Kbps ---> sekarang kita di tahap ini
- CDMA 1X (upgrade) = 304 Kbps
- CDMA 1X EV-DO = 384 Kbps-2.4 Mbps
- CDMA 1X EV-DV = 4.8 Mbps
Note: Semua tahapan di atas tetap menggunakan standard
frekuensi
carrier yg sama, yaitu 1.25Mhz. Dan dapat diterapkan
pada frekuensi
band berapapun ( 800/1900 MHz)
Kalau melihat tahap pengembangan CDMA, jelas EDGE
(GSM) tidak ada apa-
apanya, karena EDGE cuma mentok di kisaran 384Kbps
saja.
Apalagi EDGE masih berbasis GSM yg tentu saja tarifnya
mahal. Padahal
yang diinginkan konsumen adalah teknologi yg BARU,
CEPAT, tapi MURAH.
Teknologi CDMA jelas memenuhi kriteria tsb.
Pengembangan sistem CDMA2000 sangat murah (pada
beberapa tahap bahkan
tidak memerlukan penggantian hardware).
Handphone CDMA yg ada sekarang ini bahkan pada
dasarnya sudah
mendukung 3G.
Lihat saja driver modem CDMA Nokia yg kita gunakan
sekarang adalah
driver yg sudah disiapkan untuk teknologi 3G. Di
sinilah keunggulan
flexibilitas sistem CDMA dibanding teknologi GSM.
Sistem CDMA memiliki kompatibilitas teknologi ke depan
& ke belakang
(forward & backward compatibility), sehingga upgrade
sistem CDMA pada
sisi operator tidak mengharuskan upgrade handphone
para pelanggannya.
Sebagai contoh, di Amerika (Washington dan San Diego),
operator CDMA
Verizon sudah mengupgrade sistem CDMA 1X -nya menjadi
CDMA 1X EV-DO
yg mampu memberikan kecepatan akses internet hingga
500Kbps.
Kecepatan tinggi itu bisa didapat jika menggunakan
handphone yg
mendukung EV-DO. Namun handphone CDMA tipe lama tetap
masih bisa
digunakan dgn kecepatan standar CDMA 1X yaitu 153Kbps.
Hal seperti diatas mustahil bisa diterapkan pada
sistem GSM. Sebab
bila provider GSM harus mengupgrade sistemnya ke EDGE,
maka semua
pelanggannya harus ganti handphone. Alias handphone
GSM yg tidak
mendukung EDGE langsung tak bisa digunakan lagi. Ini
tentu sangat
konyol dan tidak efisien, sebab belum tentu semua
orang mau mengganti
ke handphone standard EDGE yg jelas lebih mahal.
Di sini sudah jelas terlihat bahwa dari sisi operator
maupun
konsumen, sistem CDMA lebih unggul dibanding GSM.
CDMA2000 merupakan standard teknologi komunikasi
terbaru hasil
koalisi yg dikembangkan berrsama oleh 4 negara besar
yaitu: Amerika,
Jepang, Korea, dan China.
Harusnya kita semua berpikir kenapa negara seperti
Amerika, Jepang,
Korea, dan China yg merupakan kiblatnya teknologi,
lebih menyukai
CDMA dibanding GSM.
Itu karena sistem CDMA memang lebih unggul & potensi
kedepannya lebih
cerah dibanding GSM.
Sedangkan negara kita hanya menjadi negara yg
mengkonsumsi limbah
teknologi lama (GSM) dari negara eropa.
GSM merupakan sistem yg sudah berusia 10 tahun lebih.
Sedangkan
CDMA2000 1X adalah sistem baru yg lebih cepat, lebih
murah, dan lebih
efisien. Mustahil sebuah teknologi kuno bisa lebih
unggul dalam hal
kecepatan dan efisiensi.
Makanya cukup konyol bila ternyata dalam faktanya
teknologi GSM yg
usang itu tarifnya justru lebih mahal drpd CDMA2000
1X.
Teknologi GSM telah membodohi kita, ironisnya banyak
diantara kita yg
lebih suka dibodohi terus menerus dengan teknologi
lama yg tarifnya
mahal.

Budz Kay
budzkay@xxxxxxxxxxxxxx






                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard. 
http://promotions.yahoo.com/new_mail 

Other related posts: