[ak93-feua] FW: [Alumni FE Unair] Suatu Pagi Di Emplasemen Stasiun Jatinegara

 

        -----Original Message----- 
        From: supriyono@xxxxxxxxxx [mailto:supriyono@xxxxxxxxxx] 
        Sent: Wed 8/4/2004 10:09 AM 
        To: alumni_fe_unair@xxxxxxxxxxxxxxx 
        Cc: 
        Subject: [Alumni FE Unair] Suatu Pagi Di Emplasemen Stasiun Jatinegara
        
        


        Suatu Pagi Di Emplasemen Stasiun Jatinegara
        
        Kereta Api Bima yang saya tumpangi dari Madiun perlahan-lahan memasuki 
stasiun
        Jatinegara. Para penumpang yang akan turun di Jatinegara saya lihat 
sudah
        bersiap-siap di depan pintu. Sementara itu, dari jendela, saya lihat 
beberapa
        orang porter/buruh angkut berlomba lebih dulu masuk ke kereta yang masih
        melaju. Mereka berpacu dengan kereta, persis dengan kehidupan mereka 
yang terus
        berpacu dengan tekanan kehidupan kota Jakarta.
        
        Saat kereta benar-benar berhenti, kesibukan penumpang yang turun dan 
porter
        yang berebut menawarkan jasa kian kental terasa. Sementara di luar 
kereta saya
        lihat kesibukan kaum urban yang akan menggunakan kereta. Mereka 
kebanyakan
        berdiri,karena fasilitas tempat duduk kurang memadai. Sebuah lagu lama 
PT. KAI
        yang selalu dan selalu diputar dengan setia.
        
        Tiba-tiba terdengar suara anak kecil membuyarkan keasyikan saya 
mengamati
        perilaku orang-orang di Jatinegara. Saya lihat seorang bocah berumur 
sekitar 10
        tahun berdiri disamping saya. Kondisi fisiknya menggambarkan tekanan 
kehidupan
        yang berat baginya. Kulitnya hitam dekil dengan baju kumal dan 
robek-robek
        disana-sini. Tubuhnya kurus kering tanda kurang gizi.
        
        “Ya?” Tanya saya kepada anak itu karena saya tadi konsentrasi saya 
melihat
        orang-orang di luar kereta.
        
        “Maaf, apakah air minum itu sudah tidak bapak butuhkan ?” katanya 
dengan penuh
        sopan sambil jarinya menunjuk air minum di atas tempat makanan dan minum
        samping jendela
        
        Pandangan saya segera mengikuti arah telunjuk si bocah. Oh, air minum 
dalam
        kemasan gelas dari katering kereta yang tidak saya minum. Saya bahkan 
sudah
        tidak peduli sama sekali dengan air itu. Semalam saya hanya minta air 
minum
        dalam kemasan gelas untuk jaga-jaga dan menolak nasi yang diberikan oleh
        pramugara. Perut saya sudah cukup terisi dengan makan di rumah.
        
        “Tidak. Mau ? Nih…” kata saya sambil memberikan air minum kemasan gelas 
kepada
        bocah itu. Diterimanya air itu dengan senyum simpul. Senyum yang tulus.
        
        Beberapa menit kemudian, saya lihat dari balik jendela kereta, bocah 
tadi
        berjalan beririringan dengan 3 orang temannya. Masing-masing membawa 
tas kresek
        di tangannya. Ke empat anak itu kemudian duduk melingkar dilantai 
emplasemen.
        Mereka duduk begitu saja. Mereka tidak repot-repot membersihkan lantai 
yang
        terlihat kotor.
        
        Masing-masing kemudian mengeluarkan isi tas kresek masing-masing. 
Setelah saya
        perhatikan, rupanya isinya adalah “harta karun” yang mereka temukan di 
atas
        kereta. Saya lihat ada roti yang tinggal separoh, jeruk medan, juga 
separuh;
        sisa nasi catering kereta, dan air minum dalam kemasan gelas !
        
        Selanjutnya dengan rukun mereka saling berbagi “harta karun” temuan 
mereka dari
        kereta. Saya lihat bocah paling besar menciumi nasi bekas catering 
kereta untuk
        memastikan apakah sudah basi atau belum. Tanpa menyentuh sisa makanan, 
kotak
        nasi itu kemudian disodorkan pada temannya. Oleh temannya, nasi sisa 
tersebut
        juga dibaui. Kemudian, dia tertawa dengan penuh gembira sambil 
mengangkat
        tinggi-tinggi sepotong paha ayam goreng. Saya lihat, paha ayam goreng 
itu sudah
        tidak utuh. Nampak jelas bekas gigitan seseorang. Tapi si bocah tidak 
peduli,
        dengan lahap paha ayam itu dimakannya.
        
        Demikian juga makanan sisa lainnya. Mereka makan dengan penuh lahap. 
Sungguh,
        sebuah “pesta” yang luar biasa. Pesta kemudian diakhiri dengan berbagi 
air
        minum dalam kemasan gelas !
        
        Menyaksikan itu semua, saya jadi tertegun. Saya lihat sendiri persis di 
depan
        mata, potret anak-anak kurang beruntung yang mencoba bertahan dari 
kerasnya
        kehidupan. Nampaknya hidup mereka adalah apa yang mereka peroleh hari 
itu.
        Hidup adalah hari ini. Esok adalah mimpi dan misteri. Cita-cita ? Masa 
Depan ?
        Lebih absurd lagi.
        
        Saat kereta kembali berjalan meninggalkan Jatinegara, pikiran saya 
masih pada
        anak-anak tadi. Dimanakah para penyelenggara negara ? Kok,mereka 
sepertinya
        tidak tersentuh oleh pelayanan dan perlindungan negara? Apakah anak-anak
        tersebut tidak berhak atas masa depan? Kemanakah pajak yang telah 
dipungut dan
        dibayar oleh rakyat? Apakah hanya untuk digunakan bagi kemewahan pejabat
        publik? Rumah dinas, baju dinas, mobil dinas, tunjangan kehormatan, 
pesangon
        (bagi anggota DPRD), dan…..biaya studi banding !
        
        Bagi saya pribadi, pelajaran berharga yang saya petik adalah, bahwa 
saya harus
        makin pandai bersyukur atas segala rejeki dan nikmat yang diberikan 
oleh Allah
        SWT. Dan tidak lagi memandang sepele hal yang nampak sepele, seperti 
misalnya:
        air minum kemasan gelas. Karena bisa jadi sesuatu yang bagi kita 
sepele, bagi
        orang lain sangat berarti.
        
        
        Salam,
        
        Supriyono
        
        
        
        
        
        
        ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
        Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
        http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/wf.olB/TM
        --------------------------------------------------------------------~->
        
        ---------------------------------------------------
        Alumni of Economic Faculty
        Airlangga University Mailing List
        
        To quit this maillist, please email:
        Alumni_FE_Unair-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
        
        To join this maillist, please email:
        Alumni_FE_Unair-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx 
        
        
        Archieve messeges in here:
        http://groups.yahoo.com/group/Alumni_FE_Unair
        
        Visit alumni website for the latest news !!!
        http://www.ikafelangga.or.id
        ---------------------------------------------------
        Yahoo! Groups Links
        
        <*> To visit your group on the web, go to:
            http://groups.yahoo.com/group/Alumni_FE_Unair/
        
        <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
            Alumni_FE_Unair-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
        
        <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
            http://docs.yahoo.com/info/terms/
        
        
        


Other related posts: