[ak93-feua] FW: [Alumni FE Unair] FW: Anak Jadi Rewel Jangan Dianggap Remeh! - RUBELLA

Wah gawat juga.......

        -----Original Message----- 
        From: salman@xxxxxxxxxxxx [mailto:salman@xxxxxxxxxxxx] 
        Sent: Mon 1/19/2004 11:00 AM 
        To: Alumni_FE_Unair@xxxxxxxxxxxxxxx 
        Cc: djauhar@xxxxxxxxxxxx; hendy@xxxxxxxxxxxxxx 
        Subject: [Alumni FE Unair] FW: Anak Jadi Rewel Jangan Dianggap Remeh! - 
RUBELLA
        
        

        Informasi yang diambil dari Mailing List tetangga, semoga bermanfaat.
        Salam,
        Salman
        
        ----- Forwarded by Salman F Mattalitti/Inalum on 01/19/04 10:42 AM -----
        
        -----Original Message-----
        
        Date: Fri, 16 Jan 2004 18:01:04 +0700
        To: angkatan80fisipui@xxxxxxxxxxxxxxx,reuni_kom_ui_2003@xxxxxxxxxxxxxxx
        From: Henny Prihartadi <hennyp@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx>
        Subject: Anak Jadi Rewel Jangan Dianggap Remeh! - RUBELLA
        Cc: Tonny Hanif <Tonny.Hanif@xxxxxxxxx>
        
        Hallo semua,
        
        di bawah ini ada suatu cerita tentang pengalaman Bpk Tonny Hanif yang
        anaknya
        terkena virus Rubella.
        Saya dapat email ini dari salah satu teman sekantor & sudah saya
        konfirmasikan kebenaran cerita ini kepada Bpk. Tonny sendiri. Bahkan 
beliau
        mengatakan "..... saya akah selalu share. Cuma harap dicatat saya ini 
awam
        soal kesehatan atau penyakit ....."
        Jadi kalo ada yang pingin tanya atau berbagi pengalaman dengan beliau
        silakan
        hubungi email beliau Tonny Hanif <Tonny.Hanif@xxxxxxxxx>.
        
        Pak Tonny,
        
        Terima kasih banyak untuk sharing-nya.
        Saya turut mendoakan semoga Lila cepat sembuh seperti sediakala.
        
        Salam,
        Henny
        
        
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
        
        
        
        Teman-teman semua.
        
        Dari hati yang paling dalam, saya dan istri mengucapkan terimakasih atas
        semua bantuan, simpati, dan doa teman-teman atas musibah yang menimpa 
anak
        saya Lila Narita yang berumur 22 bulan. Peristiwa ini sangat mengagetkan
        saya
        dan juga teman2, karena selama ini anak saya selalu sehat dan lincah.
        Semoga
        musibah seperti ini tidak pernah terjadi pada keluarga teman2 semua.
        
        
        Thanks to Mita, Wilsa, Threes, Santoso, Yusuf, Miki, Sachlani, mbak 
Rini,
        Pak
        Rijanto, Pak Edy, mbak Betsy, Tito, Ina Indah, Indra, Alfred, Gilbert,
        Azhari, Ali Fahmi, Ervina, Liesma, Agus Efendi, Prima, Henki, Pak 
Harmanto,
        dan rekan-rekan kerja lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu 
yang
        telah membantu mempercepat tindakan/keputusan yang diambil oleh saya dan
        istri yang saat itu sedang kalut dan panik dengan memberikan berbagai
        saran/informasi baik sebelum dan selama di rumah sakit. Dukungan 
terhadap
        pekerjaan dan doa yang tulus dari teman-teman semua telah menjadikan
        kondisi
        anak saya semakin membaik dan mudah2 an tidak terlalu lama lagi anak 
saya
        akan kembali normal.
        
        
        Re: Anak Jadi Rewel Jangan Dianggap Remeh!
        
        
        Beberapa bulan yang lalu saya pernah mendapat email dengan bunyi subjek 
di
        atas dan peristiwa yang serupa entah pada milis apa, namun email tsb 
saya
        cari sampai sekarang tidak ketemu juga. Barangkali ada teman yang 
menyimpan
        email tsb silahkan forward ke saya, saya ingin bertukar pengalaman 
dengan
        keluarga tsb.
        
        Sekedar untuk berbagi pengalaman, berikut kronologis kejadian yang kami
        alami. Barangkali teman-teman bisa mem-forward pengalaman ini kepada 
mereka
        yang membutuhkan agar bisa mencegah musibah serupa lebih dini.
        
        1. Sekitar 5 hari sebelum Idul Fitri, Lila mulai rewel dan ingin selalu
        digendong ibunya. Bila ada gelagat mau dilepas atau diturunkan dia
        mencengkeram kuat-kuat ke baju atau bahu, menunjukkan tanda bahwa dia
        sangat
        takut untuk turun ke lantai. Beberapa hari itu dia juga sangat ketakutan
        terhadap tayangan2 iklan tertentu di tv, takut melihat kucing, ayam, dan
        meronta-ronta kalau dilihat orang lain. Padahal selama ini dia biasa
        bermain
        sendiri dgn mainan, dan suka mengejar ayam, kucing, dsb.
        
        2. Selama libur Idul Fitri tgl 25-28 Nov di luar kota sangat sulit 
mencari
        praktek dokter anak. Akhirnya tgl 28 Nov saya bawa dia ke RS Advent di
        Bandung. Setelah dicek keseluruhan tubuhnya oleh dokter anak tidak
        ditemukan
        adanya kelainan kecuali sariawan di mulut. Dokter hanya memberikan 
vitamin
        dan amoxilin.
        
        3. Namun sifat rewel yg luar biasa itu tidak ada perbaikan juga. Famili 
yg
        melihat lantas mengajak saya ke beberapa orang pinter karena mungkin dia
        selalu melihat sesuatu yang menakutkan. Sampai kembali di Jakarta, 
segala
        macam pengobatan medis dan non medis terus dicoba tapi sama sekali tidak
        ada
        kemajuan. Bahkan selama di rumah gejala semakin parah, suaranya seperti
        orang
        kesurupan siang malam selama berhari-hari, dan badan semakin kurus. 
Perlu
        dicatat bahwa selama itu dia tidak pernah mengalami demam suhu tinggi 
atau
        pun gejala pilek atau flu yang bisa mendorong saya kembali periksa ke 
RS.
        
        4. Tidak tahan dg kondisi tsb dan atas informasi teman ttg RS anak yang
        lengkap maka tgl 19 Des saya bawa dia ke RS HK. Pagi hari ketika di 
rumah
        setelah mandi, kedua matanya menjadi selalu melihat ke kiri, cengkreman
        tangan selalu sangat kuat takut lepas dari gendongan ibunya. Setelah 
antri
        di
        RS dan giliran diperiksa, dokter lalu membawa dia ke bagian UGD. Di sana
        diperiksa lagi mata dg senter dan ternyata mata tidak berkedip, lalu 
semua
        tangan dan kaki diketok-ketok dg palu ternyata juga tidak ada refleks. 
Deg!
        Saya kaget -- baru sadar bahwa kondisi anak saya sudah separah itu. 
Dokter
        menyatakan anak saya harus rawat inap di sana. Saat malam di RS mau 
diberi
        makan ternyata leher dan punggung sudah lumpuh juga sehingga badan dan
        kepalanya harus dipegang supaya makanan bisa masuk kerongkongan. Padahal
        pagi
        waktu akan berangkat, tangan dan kaki masih kuat semua karena masih 
meronta
        atau mengamuk, leher juga masih kuat karena sering menghindari sendok 
waktu
        dikasih makan.
        
        5. Dokter meminta untuk CT scan dan keesokannya diketahui telah terjadi
        pengerutan otak bagian depan dan atas: atropi lobus fronto parietalis.
        Menurut dokter gangguan otak di bagian ini menyebabkan motorik tangan 
dan
        kaki jadi lumpuh dan mata buta. Ditanya apa penyebabnya, dokter 
mengatakan
        biasanya karena infeksi oleh virus atau bisa juga penyakit degeneratif.
        Ditanya apakah ada kemungkinan kembali normal, dokter mengatakan 
biasanya
        sudah sembuh paling jadi anak idiot. Namun 5 hari dirawat di RS tersebut
        tidak pernah jelas virus apa yg dimaksud. Setiap kali kami bertanya pada
        suster dan dokter apakah pernah menangani penyakit seperti ini mereka
        selalu
        mengatakan, "Memang kasus seperti ini jarang ya..!".
        
        6. Karena khawatir dan ingin mendapatkan perawatan terbaik untuk anak, 
maka
        atas bantuan teman-teman di kantor yg selalu saya update/diskusi 
mengenai
        kasus yang menimpa anak saya, akhirnnya saya mendapat rujukan profesor
        dokter
        ahli saraf yang pernah menangani kasus serupa di RS MMC. Atas bantuan
        teman-teman kantor juga maka pada tgl 23 Des saya pindahkan anak saya 
ke RS
        MMC. Pada hari itu juga dokter mengambil sampel darah dan air seni untuk
        dilakukan berbagai macam test. Beberapa hasil test menunjukkan bahwa air
        seni
        dan darah masih normal, namun hasil test TORCH yang diterima tgl 30 Des
        ditemukan bahwa virus rubella Ig G positip 580 iu/ml. Virus ini yang
        diperkirakan menyebabkan infeksi pada otak. Dengan bantuan seorang prof
        dokter ahli virus [virulog/imunologi] dari Makmal UI maka dibuatkan 
resep
        untuk menangani virus rubella tsb. Ditanya dari binatang apa virus ini
        berasal? Dokter bilang bukan dari binatang tapi dari manusia, orang 
dewasa
        yg
        pilek bisa mengandung virus lain
        selain virus influenza.
        
        7. Selama dalam perawatan di RS mata anak saya selalu melihat ke kiri 
dan
        jarang bergerak ke arah lain. Karena penasaran ingin tahu seberapa parah
        kerusakan indra penglihatannya, maka dokter menyarankan untuk brain 
mapping
        test di RS HS. Hasil tes tgl 4 Jan ternyata menunjukkan bahwa sama 
sekali
        tidak ada kontak baik otak kiri maupun otak kanan -- yang artinya mata
        telah
        buta total.
        
        8. Namun beberapa hari kemudian mata mulai bergerak dan saat email ini
        ditulis (15 Jan 04) mata anak saya gerakan dan penglihatannya sudah 
normal
        walaupun belum dilakukan brain mapping test lagi. Sebagai indikasi, mata
        bereaksi ketika diajak berkomunikasi dan dia selalu menangis kalau
        perlahan2
        ibunya pergi ke luar ruangan. Saat ini semua tangan, kaki, dan leher 
sudah
        mulai bisa bergerak dan makin kuat walaupun masih tergeletak karena 
belum
        bisa duduk kembali dan leher belum bisa tegak tanpa ditopang. 
Perkembangan
        tangan dan kaki kiri sudah cukup maju, bisa pegang dan mengontrol 
mainan.
        Tangan dan kaki kanan gerakannya masih lemah dan belum bisa melakukan
        kontrol
        dengan baik. Beberapa hari terakhir dia berusaha beguling ke kiri dan ke
        kanan, persis seperti bayi yg baru lahir kembali. Itu sudah kemajuan 
yang
        sangat berarti bagi kami. Alhamdulilah!
        
        
        Sekedar cerita, dokter imunolog yang menangani anak saya telah beberapa
        kali
        punya pengalaman menangani kasus virus rubella atau cmv. Kedua virus 
ini yg
        seringkali merusak sistem saraf pusat dan seringkali pasien tidak
        menunjukkan
        gejala demam tinggi atau pilek, tapi seringkali seperti orang kesurupan
        berteriak-teriak. Pada orang dewasa misalnya ada pasien pria umur 24 yg
        matanya tiba-tiba juling, atau juga ada pasien yg tiba-tiba budek atau
        buta.
        Contoh lain, ada gadis umur 16 habis pulang camping kelelahan, namun
        keesokan
        harinya tidak bisa dibangunkan karena ternyata sudah lumpuh total dan 
buta.
        Kedua orang tua gadis ini juga dokter. Setelah berobat ke sana kemari
        termasuk berbagai pengobatan alternatif tidak ditemukan juga kemajuan
        sekian
        lama. Akhirnya bertemu dengan dokter ini dan setelah di test darah 
rupanya
        terdapat kandungan virus rubella. Sekarang gadis tsb sudah sembuh dan 
jadi
        seorang dokter di Jakarta. Cerita lain lagi, ada ibu hamil yang selalu
        seperti kesurupan dan  pernah 2 kali naik ke atap genteng tengah malam,
        untung tidak jatuh. Setelah di test darah ternyata mengandung virus cmv 
dan
        alhamdulilah bayi telah lahir selamat, juga ibunya.
        
        
        Saya sulit membayangkan bagaimana parahnya akibat penyakit ini bila 
terjadi
        di kota-kota kecil. Menurut dokter tsb, virus rubella atau cmv kadang
        ditemukan pada darah anak-anak yg autis, orang yg terbelakang mental, 
atau
        orang gila. Seorang anak yg autis dan diketahui terdapat rubella atau 
cmv
        perlahan-lahan membaik setelah virus tsb ditekan perkembangannya. Secara
        teori, kerusakan neuron tidak bisa diperbaiki, beda misalnya dengan 
luka di
        tangan dimana sel-sel bisa tumbuh sampai kembali normal. Perkembangan 
otak
        manusia secara teori terjadi sampai umur 17 th, artinya kerusakan otak 
pada
        pasien dengan rentang umur 0-17 th ada harapan bisa sembuh karena otak
        masih
        berkembang.
        
        
        Barangkali pengalaman kami ini bisa jadi pelajaran berharga buat
        teman-teman
        semua. Saat ini hari demi hari, saya dan istri dengan harap-harap cemas
        melihat perkembangan anak kami cukup pesat. Atas doa dan dukungan dari
        banyak
        teman-teman baik kami, kami semakin optimis dia bisa kembali normal.
        
        Mudah-mudahan. Insya Allah!
        
        Salam,
        
        Tonny & Tati
        
        Email: tonny.hanif@xxxxxxxxx
        
        
          ----------
        
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        
        
        _____________________________________________
        
        
        
        
        ---------------------------------------------------
        Alumni of Economic Faculty
        Airlangga University Mailing List
        
        To quit this maillist, please email:
        Alumni_FE_Unair-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
        
        To join this maillist, please email:
        Alumni_FE_Unair-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx 
        
        
        Archieve messeges in here:
        http://groups.yahoo.com/group/Alumni_FE_Unair
        
        Visit alumni website for the latest news !!!
        http://www.ikafelangga.or.id
        ---------------------------------------------------
        
        Yahoo! Groups Links
        
        To visit your group on the web, go to:
         http://groups.yahoo.com/group/Alumni_FE_Unair/
        
        To unsubscribe from this group, send an email to:
         Alumni_FE_Unair-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
        
        Your use of Yahoo! Groups is subject to:
         http://docs.yahoo.com/info/terms/
        
        
        


Other related posts: