[ak93-feua] Re: Akuntan "laku"

Tu kan dari berbagai argumen Artanti, Mansyur, Rahmad
n Dicky... kita bisa sedikit punya gambaran bahwa
kerja itu (terutama dibidang akuntansi) ternyata tidak
seindah, semudah, seidealis yg mungkin diharapkan oleh
masyarakat awam. 

akibat dari angka2 yg kita hasilkan bisa berpengaruh
baik secara langsung maupun tidak langsung thd
lingkungan baik intern maupun eksteren, dan klo itu
bisa merugikan negara secara langsung ato masyarakat
secara tidak langsung kadang2 kita jg yg ikut merasa
berdosa kan walaupun tidak masuk wilayah pidana
contohnya pajak yg seharusnya dibayar ke negara
digunakan utk membangun negara, mengurangi rakyat
miskin malah sebagian kita makan (lewat perusahaan)
walaupun secara tax planing tidak menyalahi aturan
(cari celah)...

tetapi susah juga kondisi lingkungan kerja kita,
seringkali tidak mendukung hal2 yg bisa kita lakukan
sesuai hati nurani... misalnya tekanan bos, tuntutan
perusahaan supaya bisa eksis, kondisi aparat penegak
hukum sendiri yg seringkali menciptakan seperti itu,
keinginan utk mendapatkan posisi yg lebih tinggi dll
deh.

aku sendiri kadang jg merasa tidak berdaya thd kondisi
seperti itu, akhirnya hanya berusaha sekuat mungkin
gak terlalu jauh thd rekayasa2 akuntansi yg menyimpang
dan sebisa mungkin mencari perlindungan (payung hukum)
kalo2 terjadi sesuatu... aku gak ikut kena (enak aja
gak ikut makan.. masa kena getahnya he..he..)

dan untungnya di perusahaanku sih gak terlalu menuntut
yg "aneh2" karena big bosnya mantan org bpkp yg
menurutku cukup bersih dan gak mau neko2 malahan
seringkali menekankan harus taat azas.... mau neko2 jg
buat apa... wong kembalinya jg ke negara kok... masuk
kantong kiri ke kantong kanan... kalo masalah tekanan
besar malahan lebih banyak dari orang2 lapangan yg
tingkat pendidikan rendah dan emosinya tinggi2...
salah sedikit hajar, tusuk... wah ngeri 

kembali ke akuntan yg disukai ditempatku sih klo dari
segi teknis akuntansi sendiri, pokoknya prinsip2 dasar
dan akuntansi yg pokok2 sudah bisa menguasai.. sudah
bisa lah kerja di perusahaan, nanti sambil jalan klo
ada masalah2 lain... kan bisnis dipelabuhan jg beda
banget dgn kita pelajari waktu kuliah dulu... waktu
pertama aku jg rada bingung banyak sekali akun2 yg
sebelumnya tidak aku temui di text book. 

klo yg lain2 sama dengan pendapat temen2 kecuali
masalah fisik... nomor sekian lah... walaupun kalo ada
akuntan yg cantik jg gak nolak kok...he.he.

cuma masalah profesionalisme, integritas, jujur, loyal
itu baru kelihatan klo udah sekian lama kerja dengan
kita kan... setelah itulah yg mungkin menentukan
jenjang karier masing2


cheers... salam kerja






--- Dicky Sumarsono <dickyseak@xxxxxxxxx> wrote:

> Kalo menurutku sih cuma 3 syarat aja yang harus ada:
>   1. Kecerdasan (intelektual & emosional), punya
> prinsip "Can Do"
>   2. Kejujuran, dan
>   3. Loyalitas.
>   (ga beda-beda jauh ama bos Mansyur).
>    
>   Soal prinsip & integritas pribadi bisa nyusul
> kemudian, misalnya mbuat laporan-laporan yang "aneh"
> itu biasanya masih bisa didiskusin ama atasan ato
> owner.
>   Contoh : Aku disuruh untuk buat laporan keuangan
> yang "tax nya udah di planning", aku si bisa-bisa
> aja (atasanku juga tahu), tapi aku biasanya
> nolak...dan atasanku juga bisa nrima reason ku.
>   Yang namanya perusahaan, mereka pasti bisa nyari
> alternatif orang lain untuk nglakuin semua pekerjaan
> (kotor) nya.  Misal mereka nyari karyawan lagi yang
> khusus dan ahli di "bidang" itu, ato mereka bisa
> "nyewa" "konsultan".
>    
>   Balik lagi ke 3 syarat tadi, biasanya kalo sudah
> teruji dan terbukti seorang "karyawan" bukan cuma
> akuntan aja, punya kecerdasan-kejujuran-loyalitas,
> perusahaan gak akan segan-segan untuk buat mereka
> nyaman bekerja dengan dikasih berbagai fasilitas &
> kebutuhan agar dia bisa kerja secara lebih
> "maksimal".
>    
>   
> 
> "Firmansyah, Rachmad"
> <Rachmad.Firmansyah@xxxxxxxxxxxxxx> wrote:
>       Ssettuuujjjuuuu bos Mansyur !!!
>    
>   Ya ... namanya ikut orang ya harus mau lah, bikin
> dua pembukuan kek, tiga pembukuan kek, tax planning
> sesuai request bos kek, treatment di program
> accountingnya kek, dll ... ya harus mau, namanya
> ikut orang lain (sebelum bisa jadi enterprenaur
> sendiri) .... asal masih sama seperti prinsip
> mansyur yg masalah "pegang-pegangan" itu.
>    
>    
>     
> ---------------------------------
>   From: ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx
> [mailto:ak93-feua-bounce@xxxxxxxxxxxxx] On Behalf Of
> mansyoer_hadi@xxxxxxxxxxxxxx
> Sent: Tuesday, August 07, 2007 1:10 PM
> To: ak93-feua@xxxxxxxxxxxxx
> Subject: [ak93-feua] Re: Akuntan "laku"
> 
> 
>   
> 
> Gatot, 
> 
> Urun rembug ya... 
> 
> ...Mana yang lebih disukai perusahaaan?? 
> jawabannya sangat tergantung karakteristik industri,
> lingkungan & tipikal pemilik perusahaan dimana kita
> bekerja sebagai akuntan disana. 
> 
> ....apakah semua perusahaan "Selalu" menuntut untuk
> bermain2 dg celah untuk mempercantik hasil
> kinerja-nya.???? 
> Saya rasa tidak juga..walaupun tidak memungkiri
> masih banyak tuntutan spt itu.. 
> 
> Lalu bagaimana "bentuk" akuntan yang diinginkan oleh
> Perusahaan?? 
> Menurut saya pribadi sih masih tetap seperti yang
> dulu...yi: 
> 1. Profesionalitas dengan tingkat kompetensi yang
> tinggi 
> 2. Kejujuran. 
> 3. Integritas. 
> 
> 4. berpenampilan menarik 
> 5. bersedia bekerja menekan..eh...dibawah
> tekanan...ups... 
> lha kok malah kayak iklan lowongan..he2... 
> 
> 
> Balik lagi...pertanyaannya yang seringkali muncul
> adalah: 
> bisakah kita mempunyai "integritas", kalo di dunia
> nyata ternyata tuntutannya  sangat beda dengan
> "idealisme" yang ada?? 
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Luggage? GPS? Comic books? 
> Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.



       
____________________________________________________________________________________Ready
 for the edge of your seat? 
Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 
http://tv.yahoo.com/
Arsip: http://www.freelists.org/archives/ak93-feua

Other related posts: